Thursday, April 18, 2013

Waroeng Wall Sticker


Wall Sticker atau Stiker Dinding adalah resolusi baru dalam desain interior dan eksterior pada dinding rumah Anda. Stiker dinding pada dasarnya sama dengan wallpaper, yaitu bisa memberikan suasana ruangan Anda berbeda dan lebih dinamis. Namun, stiker dinding tidak sama dengan wallpaper karena stiker dinding jauh jauh lebih simpel, lebih praktis, dan lebih murah daripada wallpaper.

Stiker dinding lebih praktis karena bisa ditempel dan dilepas, kemudian bisa Anda tempelkan kembali di permukaan dinding yang lain yang Anda sukai, tanpa merusak permukaan dinding Anda! Stiker dinding lebih simpel, karena bisa Anda bawa kemana-mana, mempunyai bermacam-macam desain, dan harganya pun jauh lebih murah karena terbuat dr bahan yang khusus untuk stiker dinding.

Stiker dinding yang kualitasnya baik di impor dari cina, seperti yang bisa Anda lihat disini karena kami ingin memberikan yang terbaik untuk rumah Anda, kami berikan produk dengan bahan terbaik. :)

So, tunggu apalagi? miliki segera sticker dinding ini, segera tempelkan dipermukaan dinding Anda, dan rasakan perbedaannya! Share pada kita ya pengalamanmu di wall kami...

terimakasih dan selamat berbelanja! :)

Express your Room with Waroeng Wall Sticker



Kunjungi KAMI di Waroeng Wall Sticker yahhh..
menjual segala motif dan ukuran wallsticker, bisa eceran, grosir, atau dropship!
Design manis, harga minimalis hanya di Waroeng Wall Sticker.
. . . . Continue Reading

Wall Sticker apaaan sih??!

"Wall Sticker apaan sih??!"

pertanyaan yang berulang ke saya. sampe kadang malessss banget jelasinnya. oke oke saya juga dulu gak tau kok wall sticker itu, taunya wall paper doank.
nih saya jelasin yaaa.. (dari berbagai sumber)

Apa itu Wall Sticker/ Wall Decals?
Wall sticker juga dikenal sebagai Wall decal, atau Wall tattoo.
Wall sticker merupakan cara yang mudah, kreatif, dan cepat untuk merubah suasana dan penampilan ruangan.

Bagaimana cara memasang Wall Sticker
Cara memasang Wall Sticker sangat mudah. Hanya di Tempel di tempat sesuai keinginan.

Apakah saya butuh alat bantu untuk memasang stiker?
Tidak, kamu tidak butuh apapun untuk menempel Wall Sticker. Just Peel and Stick!

Apakah wall decals hanya untuk dinding saja?
Tidak, Stiker kami bisa di tempel di semua permukaan datar lainnya selain di dinding, misalnya di pintu, kaca, lemari es, mesin cuci, dan bayak lagi.

Banyak Wall Decals dipasaran yang berkualitas rendah dan bisa merusak dinding. Bagaimana dengan produk kami?
Semua Wall Sticker dari kami di produksi di Cina . Kami bangga dengan kualitas produk kami yang unggul dan bertahan lama.

Apakah Wall Sticker sama dengan Wallpaper?
Wall sticker tidak sama dengan Wallpaper. Wall sticker biasanya hanya dipasang dibagian dinding tertentu sesuai dengan keinginan kamu. Wall sticker juga mudah digunakan, praktis dan tidak meninggalkan bekas serta tidak merusak dinding.

Apakah Wall sticker bisa merusak dinding setelah di rekat?
Wall sticker tidak merusak dinding jika kamu mengikuti petunjuk dan cara pemakaian yang benar.Walaupun demikian, kami sarankan untuk berhati-hati dalam melepas sticker. Jika kamu kurang berhati-hati, kemungkinan saja ada sedikit dari cat yang menempel di sticker. Tetapi hal ini juga tergantung pada kualitas cat rumah.

Berapa lama Wall sticker bisa bertahan setelah pemakaian?
Wall sticker biasanya bisa bertahan selama kurang lebih 2 - 5 tahun jika di rawat dengan baik.

Apakah wall sticker aman untuk anak?
Ya, produk kami aman untuk anak-anak

Apakah Wall Sticker tahan air?
Ya, Produk Wall sticker kami tahan air.

. . . . Continue Reading

Idola VS Fans


Dari dulu saya gak pernah nge-fans dengan siapapun yang terlalu gimana gitu sampe mengelu-elukan atau mikirin dia siang-malam. Pernah sih zaman kecil dulu suka sama cantika sampe nulis n kirim surat ke dia. Terus berganti-ganti terus karena saya bosenan dan kalo udah liat celah “jelek” nya langsung ilfil. Sampe kenal (tsaahh kenal wkwk) dengan Lee Minho actor korea yang tenar lewat drama Bofs Before Flowers. Nah itu zamannya masih abege, jomblo, single jadi emang suka banget ama kegantengannya, hahahah. Tapi ya biasa aja sih sekedar suka aja, gak ekstrim-ekstrim amat. Sampe menjelang transformasi saya dari istri menjadi ibu pun saya kadang masih mikir siapa yaa idola saya di dunia ini yang masih bisa dilihat gerak-geriknya baik secara nyata atau didunia maya, tapi masih belum nemu juga karena saya mikirnya gak ada yang lebih pantes diidolain selaen Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya serta yang lainnya dimasa itu.
Tapi pada suatu ketika, saya berubah dari single woman, menjadi istri dan ibu seutuhnya setelah Gilby lahir, saya bertemu dengan Ibu AA, dan saya jatuh cinta padanya. Meniatkan dalam hati untuk selalu belajar BAGAIMANA menjadi ibu yang baik buat amanahNya ini. Bergabung dengan berbagai komunitas didunia maya. Karena didunia nyata banyak sekali yang beda “aliran” (baca: visi-misi) dengan saya. Kebayang gak kalo ada ikan yang baru sadar bahwa ternyata hidup di air itu butuh air untuk bisa berenang, makan, dan “hidup”. Begitulah saya, sedang “haus-hausnya” ilmu. Semua dari siapapun yang saya baru tau, saya masukin ke laci-laci diotak saya. “SAVE AS” dengan judul masing-masing.

Ibu AA ini baru saja saya kenal di komunitas yang sering saya tongkrongi dalam rangka mencari ilmu sbagai ibu baru. Dan dia sungguh mempesona. Dia manis, pintar, soleha, santun, ramah, baik, bijaksana ahh perfecto lah. Dia dokter tapi berani memutuskan untuk tidak praktek sebagai dokter tapi mengabdikn diri di rumah saja untuk suami dan anak-anaknya tercinta. Siapa yang tidak kagum coba?
Saya ikuti semua ilmunya, saya serap mentah-mentah, saya praktekkan apa yang menurutnya BENAR dan saya ikut merana jika dia sedang dalam ada masalah. Sampai saya dapat contact dia dan saya sms dia dengan mengatakan saya fans nya. Dan dia jawab “jangan ngefans ke saya yah, saya hanya manusia biasa. Ngefans ke Nabi Muhammad aja yah.” Duhh meleleh gak tuh? Saking hormatnya saya sama dia sampe gak berani buat nyapa (sms) lagi.

Sampai suatu ketika gilby yang belum genap 3 bulan jatuh dari ayunan, saya panik. Walau saya udah siapin guidelines saat anak jatuh tetap saja saya merasa panik dan merasa sendiri. Saat kebingungan seperti itulah saya inget dengan bu AA ini. Bukan untuk konsul gratis sihh, hanya sebagai penghibur diri pelipur lara. Saya jelaskan kejadiannya dan saya tunggu lamaaaa sekali baru beliau membalas dan hanya singkat sekali bahkan cenderung ketus. Entah kenapa dari situ saya langsung ilfil ke beliau, benr-benar gak berempati. Bukan suuzon, saya mencoba khusnudzon mungkin beliau sedang sakit, sedang repot dengan urusan rumah/anak-anak, sedang ada masalah keluarga atau lain-lain, tapi beliau nyata-nyata pernah men-decleare contact pribadi bagi yang ingin tanya-tanya atau belajar. Nah apa salah nya sekedar bilang “cepet sembuh atau semoga tidak apa-apa” kepada saya yang sedang jelas galaunya. Tapi ya sudahlah, emang bukan porsi dia untuk disalahin hanya menyayangkan sikapnya itu.

Lalu selanjutnya bisa ditebak satu per satu keanehan muncul. Seperti dituntun Tuhan saya dibukakan mata,”ini loh mel, dulu kamu anggepnya begini karena si bu AA ini, padahal yg sebenernya begitu.” Banyaaaaaaakk sekali, sifatnya semakin arogan, skptic, closeminded, menyebarkan sesuatu sepotong-potong, membiarkan orang lain membuat asumsi sendiri bedasar kan ulahnya sendiri, lalu saat orang lain ketauan salah malah dia tidak mau disalahkan, padahal jelas-jelas dia yang memulai berbagi sesuatu yang rancu, bergaul hanya dengan orang-orang sepengikutnya, mem-block orang-orang yang “melawan” dia dll sebagainya. Ehh saya Tuhan kan melakukan penilaian ke orang? Maaf, bukan maksud kok. Hanya sangat menyayangkan, beliau padahal cerdas dan sangat berpotensi buat umat. Tapi kadang malah apa yang digembar-gemborkan tak sesuai dengan apa yang dia buat. Ehh mel kok enak banget nge-judge bu AA ini? Kamu udah sempurna? Heheh enggak kok, justru dari beliau saya berkaca, bahwa saya gak boleh seperti dia. Terus kenapa gak diingetin? Hoooo, kalo itu saya gak selevel dengan ilmunya beliau yang udah diawan saya masih dibawah tanah, dan sudah banyak yang berusaha mengingatkan baik engan cara arif dan bijaksana sampai cara ekstrim dengan kata-kata yang “keras”, tapi beliau meresponnya dengan mencari simpati.

Hhmmm. Pelajaran buat saya untuk tidak gampang mengidolakan dan menggantungkan apapun kepada yang namanya ‘manusia’. Tempat terbaik untuk bergantung dan meminta pertolongan dalah ALLAH SWT. Dan saya sangat berharap semoga saya selalu diberikan ilmu yang bermanfaat, didekatkan dengan orang-orang yang baik benar bijaksana, serta dijauhkan dari segala fitnah. Amin.

*mohon maaf jika ada kesamaan nama, sifat, cerita dll. :D
. . . . Continue Reading

Friday, February 8, 2013

Nazwa, kamu kuat sayang!


sore itu kelabu, sangat kelabu. ada sesak di hati saya, dan air mata tertahan di mata perempuan paruh baya itu. Juga yang lainnya disana.

Hari itu kamis 7 feb 2013. Saya ngantor seperti biasa. Pun suami saya (abi) juga ngantor seperti biasa. Dikantor pun sedang lengang, saya hanya browsing-browsing dan baca-baca. Tiba-tiba jam 10an abi nelpon, ngabarin kalo harus nganter nenek ke rumah sakit karena Nazwa (4bulan sakit). Saya nyoba nanya detailnya, tapi si abi gak bisa jelasin, yg jelas dia panik. Tapi saya husnuzon saja.
*Nenek adalah  adek istrinya atok (kakek) dari suami saya, pun tidak ada hubungan darah, tapi hubungan kekerabatan yg sangat akrab dengan kami, karena rumah kami dekat disini (tangerang) dan sangat dekat dengan bapak suami saya. (mertua saya) saat dimedan dulu. Nazwa adalah cucu nenek, anak ketiga bu Nia. Bu Nia hanya jualan macem-macem, suaminya buruh pabrik. Nenek pun hanya buka warung kecil-kecilan dirumah. Mereka dari keluarga 'sederhana'.*

Setelah itu gak ada kabar lagi, saya husnudzon hanya sakit "biasa". Dan saya masih beraktifitas biasa. Tidak berapa lama, abi nelpon lagi, ngabarin kalo nazwa kritis. HAH? KRITIS? kok bisa? kenapa? Itu donk diotak saya, tapi sekali lagi entah koordinasi yg kurang jelas, dia gak bisa jelasin ke saya, yang jelas katanya mau pindah (dirujuk) ke RS lain, daan jauh. Oke, saya hanya sampaikan salam dan hati-hati dijalan. Masih saya husnudzon semua baik-baik saja.

Sampai ketika jam 3 sore, suami ngabarin lagi minta tolong nyari mobil dan temen kantor buat nganterin mereka ke RS, karena suami saya kerja dan gak bisa ditinggal. Saya cari bang Rudi yang punya mobil dan minta tolong untuk anter, alhamdulillah dia bisa. Jam setengah 5 sore baru kami bubar kantor, karena sekarang harus nyetor jari (baca: finger print) paling cepet jam 4 sore. Saya masih husnudzon semua baik-baik saja, walaupun suami bolak-balik nelpon nanya posisi kami. Apesnya, macet parah. Truk segambreng lewat, suami tiap menit nelpon, tapi gak jelasin konidisi detailnya Nazwa. Setegah perjalanan lagi kami nyampe, saya nelpon nenek, kaget, nenek udah berangkat ke RS lain naik angkot! Sigh. Nyesek saya. Insting saya bener-bener bilang kalo ada yg gawat. Nenek ngeluh karena saya kelamaan, oke maaf nek, ini kalo bisa terbang, saya pasti terbang :(. Akhirnya saya putuskan tetap nyusul. Ternyata plan A mau ke RS A gak jadi, jadinya ke RS B. Saya susul kesana, alhamdulillah gak gitu jauh dan gak gitu macet. Sampe dalem langsung nanya, ternyata masuk UGD. Ya Rabbi, ini mah gawat beneran. :(

Saya langsung lemes liat bayi masih 4 bulan tergolek lemas. Saat itu dia sedang "dioprek" dengan 2 perawat lelaki, untuk diinfus. Tapi sepertinya gagal terus. Dan yang bikin nyesek adalah, dia gak bereaksi apa-apa, gak nangis walau jarum bolak-balik dicolokin. Matanya hanya kekanan-kiri, atas bawah tapi semu. Ibunya keliatan sama menyedihkannya. Panik pasti. Saya ajak ngobrol nanya kronologisnya.

Ternyata sudah dari hari selasa dia diare, muntah dan mencret. Tapi dikira si ibu masuk angin biasa, dia hanya balurin dengan daun jarak di perut, dan "minta obat" ke bidan. Gak ada perubahan (atau salah penanganan?) si ibu bawa ke RS A kamis,jam 2 dini hari. Langsung infus, dan dikasi oralit juga obat-obatan. Sempet panas sampai 40 dercel. Minum susu (bukan ASI) masih mau, kata si ibu. Tapi kamis siangnya, tiba-tiba nazwa sesak nafas. Terkahir kali nangis jam 1an siang. Setelah itu dia gak nangis lagi. Karena di RS A tsb tidak ada alat bantu nafas (atau apalah, saya gak tau namanya) mau dirujuk ke RS Z. Tapi karena jauh banget, takut macet dan pertimbangan lainnya nazwa dibawa ke RS B (swasta juga).
Sampe di RS B langsung UGD, alhamdulillah masih ada kamar sisa 1 lagi (*ternyata dimana-mana RS pada penuh, ada seorang bapak-bapak udah keliling 4 RS gak dapet kamar dan berharap di RS B tersebut ada. Sayang nya tidak ada, karena akan ditempati nazwa.)

Berkali-kali dicoba infus ternyata gak bisa-bisa, jadi perawat menyarankan masuk NICU. Katanya, ibarat selang, urat nazwa udah bolong semua, pecah! :( Tiba-tiba dokter anak nya datang, dan ternyata sama dengan di RS A. Heww? Dia bingung kok dibawa ke RS B, kenapa gak ke RS X yang ada dokter ginjalnya. *HAH? Knapa dengan ginjal nazwa?!* Akhirnya dokter nyarani masuk nicu aja dulu. Bu Nia disuruh ke bagian administrasi, aku temenin. Yang buat nyesek adalah total perkiraan biaya NICU per hari adala 7juta!!! Dan minimal seminggu baru boleh keluar, itu belum termasuk obat dan lain-lain. Masyaallah, allahuakbar. Darimana dapet duitnya ya Rabb.. :(
Akhirnya kata si nenek, daripada penyeselan, yang terbaik aja, masukin NICU aja, uang bisa dicari. Saya bener-bener pengen nangis. Uang segitu bukannya sedikit, saya aja yang bekerja tetap, harus ngumpulin bertahun-tahun (berpuluh tahun malah) untuk bisa nyimpen segitu, lah mereka? Bu Nia bingung, disatu sisi dia ingin memberkan yg terbaik buat anak ketiganya itu, tapi disisi lain itu bagai petir disiang bolong buat dia. Dengan melasnya dia koordinasi lagi ke dokter untuk minta jangan sampe seminggu di NICU nya, tapi si dokter dan peerawat lain hanya diam, tidak memberi opsi apa-apa, semacam minim nurani dan empati. :(
Saya gak bisa bantu banyak, tapi saya terus berdoa dan berharap semoga semuanya baik-baik saja, all is well, all is well. Finaally, tanda tangan setuju untuk masuk NICU.

Nazwa gimana? Kondisinya hanya diam, gak nangis, gak bereaksi, seperti (maaf) tidak bernyawa lagi. Hanya matanya ke kanan-kiri, atas-bawah. Saya takut sekali kalo dia tiba-tiba "pergi".

Saya gak tau harus menyalahkan siapa, maksudnya, saya hanya penasaran kok bisa sampe begini. Oia diagnosis sementara, diare akut, dehidrasi berat, sesak, dll saya gak hapal (sempet intip sebentar). Oia lupa juga jadi "gagal ginjal" kata dokternya. Saya mau cerewet nanya,tapi takut gak punya hak nanya, karena saya bukan siapa-siapa.
 Memang zaman sekarang mengedukasi diri itu sangat penting apa lagi sebagai orang tua baru yang punya anak kecil, bukannya sok pinter dari nakes/dokter, tapi itu bekal kita. Insting akan lebih terasah dengan "ilmu", bukan hanya sekedar "katanya" atau "biasanya". Porsi kesalahan dr orang tua nazwa tetap ada, dr RS A juga ada. Tapi tidak bijak rasanya jika kita menghakimi, saya lebih sayang ke nazwa nya, fokus ke nazwa, tapi tetap noted-to-myself tentang kasus ini. Pun jika kita sudah berusaha mengedukasi diri, jika Allah berkata "kun-fayakun" maka apalah bisanya kita sebagai hamba.

Saat anda mengeluh dengan tangisan anak anda, maka bersyukurlah, karena disaat yg sama banyak sekali yang berharap ada suara tangis yang keluar dari mulut bayi tak berdaya.
Saat anda mengeluh anak anda hiperaktif, pecicilan, bersyukurlah karena disaat yang sama, banyak sekali yang berharap ada gerak dari tangan/kaki bayi kecil tak berdaya.

Bener-bener saya bersyukur dan slalu berdoa semga anak saya Gilby (10bulan) selalu sehat, diajuhkan dr segala macam penyakit, musibah dan bencana. Saya ngeliat nazwa aja, pingin nangis, gimana dengan anak sendiri, pingsan mungkin.

Tadi pagi khusus saya kirimkan surah Arrahman buat nazwa, bayi kecil yang sedang berusaha kuat melawan penyakitnya. Angkat penyakit dari tubuh nazwa ya Rabb.

Allohumma Robbannaas azhibil ba’sa isyfihi wa antasy syaafi laa syifaa’an illa syifaa’uka syifaa’an yaa yughoodiru saqoman
Ya Allah Rabb sekalian manusia, hilangkanlah kesengsaraan ini dan sembuhkanlah NAZWA. Karena sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh dan tidak ada kesembuhan melainkan hanya dari-Mu yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lagi.
Aamiin Aamiin Aamiin ya Rabbal Alamiin.


Yang jadi beban pikiran saya adalah, darimana duit buat biaya pengobatan nazwa? Darimana harus mereka pinjam? Ya Allah, Yang Maha Kaya, berilah sedikit rezeki Mu untuk kesembuhan Nazwa.

Nazwa (4bulan) saat pertama kali saya liat di UGD.


Nazwa (4bulan) sesaat setelah dikasi obat tidur. (*lupa nanya kenapa dikasi penenang -_-)

Kemarin saya sempet minta share di socmed (fb dan bbm) ttg nazwa, terutama yg saya harapkan adalah doa dari banyak pihak, walaupun saya gak kenal, tapi saya percaya doa itu menyembuhkan, sakti!
Tapi namanya orang, beragam responnya, dari mulai turut mendoakan, nanya anak siapa, sakit apa, kok bisa, dan komen2 judging.
Saya jadi mikir, apa penting disaat kritis begini nanya, "kok bisa bayi 4 bulan bgitu?" Hellohh, itu sama aja protes dengan Allah tauuu... :'( Atau "emang gak ke dokter?" Ya rabb, saya aja begitu ketemu si Ibu, sebenernya gak berani nanya-nanya banyak, tapi si ibu nya sendir yg banyak cerita, Kenapa? Karena gak tepat anda menghakimi orang yang sedang panik, sedih, putus asa dengan pikiran-pikiran sok tau anda.
Atau "iyaa kmaren anak temen juga diare, beli oralit biasa, telat ke RS akhirnya meninggal". Masyaallah, kalo saya jd ibu si nazwa dapet respon seperti itu, pingin saya tabok aja tuh yg ngomong.

Dalem otak  saya juga penasaran, KOK BISA?? Tapi plis, gunakan hati nurani anda, sedikit saja, bahwa yang terpenting  adalah doa tulus ikhlas buaat nazwa sekarang, yang berlalu biarlah menjadi pengalaman yang dibahas NANTI, jika kondisi sudah oke,aman terkendali.
Bingung saya dengan orang-orang yang merasa benar, gak berempati, ehh atauu saya salah menafsirkan bahas tulisan mereka yaaa? Ah ya mungkin, mereka bukan gak berempati kok, mungkin emang hanya responnya yang berbeda tafsir dengan saya sebagai pembaca tulisan. Mereka peduli kok, tapi mungkin respon mereka dalam menyikapi sesuatu agak "beda". Jadi maaf kalo saya suuzon, hanya jadi self-reminder saya lagi, betapa mulutmu harimau mu, tulisanmu harimaumu. 

Ahh, Allah, lindungi saya dari segala perkataan menyakitkan. *selfreminder*

The last, nazwaaaa siang ini kita ktemu yaa, harus udah senyum donnnkkk...Janji yaa sayang!


. . . . Continue Reading

Monday, February 4, 2013

Ujian Kesabaran (again) dari customer *session 2


XX: Dengan waroeng wallsticker????

Me: Betull

XX: Ongkir ke riau brp mbak?

Me: Riau dmn nya kec apa

XX: Dikota duri
Kec. Mandau sist

Me: Sbntr ya d cek dl

Me: Mandau, siak sri indapura atau mandau bengkalis sis?

XX: Mandau bengkalis mbak

Me: 20500/kg pake jne sis

XX: Klw ngambil grosiran..
Bs dikurangii gak mbak?
Saya mw jd reseller mbk

Me: Bs mba min selusin per ukuran,
yg ukrn BIG jadi jd @15rb/pcs
Yg ukrn JUMBO jd @18rb/pcs

XX: Rncnnya sya mw ngmbl slucin cmpur
Bs gak dikurangii mbak...
Mungkin sy ngmblnya medium agak 3
Big agak 3
Gmn disc nyaaa mbak???

Me: Klo dibawah selusin bkn harga reseler mba, maaf yaa îƒ

XX: Mksdnya sya ngmbl slusin...
Tapiii dicampur mbk

Me: Iyaa mba, mksd saya selusin tiap ukuran mba 😀

XX: Klw misalnya saya ngambil
Nya medium 6pcs
Big 6 pcs
Trus gmn disc nyaa?

XX: Gmn mbak?

XX: Kan ttp ajj sayaa ngmbilnya selusin mbak.
Tp mgkn bahkn lebih
Tapiii sayaa maunyaa dicampurr...

Me: Harga itu utk pembelian min selusin per ukuran mba, utk pertama nya aja. Next nya mau ambil cm 2 ato 3 silahkan, dgn harga itu

XX: Jadiii kalau saya ngmbl slusin campur pake harga yg mna?

Me: Harga normal sis..

XX: Gak di disc sist?
3rb/pcs gituuu

Me: *ngasi pricelist*

XX: Ws medium dgn ws big 50x70 sama apa beda mbak??

Me: Medium 30x60, big 50x70 mba

XX: Kalau yang jumbooo yang manaa sist?

Me: Jumbo yg 60x90 mb

XX: Sayaa mau orderr mbak...

XX: Gmn ordernyaa mb???

Me: Kirim kode + jumlahnya mba

XX: *ngirim kode pesanan*

Me: *jawab stok yg ada*


*SETELAH BANYAK NANYA*
XX: Ok deh, jadi pesen yg ini…. (order fix nya)

Me: *ngasi totalan. (belum ongkir)*

XX: Ongkirnya brp mbak?

Me: Yg ke mandau itu ya?

XX: Iyaa mbak

Me: Ongkir 2kg 2(20500)= 41rb+ 220rb= 261rb

Me: Sbnrnya bs nmbh dikit lg biar genap 2kg, biar gak rugi di ongkir

XX: Ituu sbnrnya 1kg lbh brp mbak?

Me: 1kg yg big bs 8, itu kan 12 jd 1,5kg

Me: Bs nmbh big skitar 3 lg, atau 2 jumbo

Me: Atau 6medium

XX: Klw cm 1.5 kg
Brp ongkirnya?

XX: Klw blj saya cm big selusin
Brp ongkirnyaa?

Me: Tetap kehitung 2kg sis

Me: 41rb ongkirnya 2kg

XX: Gak kurang mbakk???

Me: Gak kurang gmn mba? Aturan dr jne ya bgitu, cek aja klo gak pcaya
Me: Kalo ongkos kirim bkn dr saya, tp dr jne!!! *ngasah golok*
(HENING)

Me: Atau kalo mau ambil 8/9pcs aja itu kan pas sekilo,, saya kasih harga @17rb/pcs nya
Me: Gmn?

XX: 16 ajj dehh mbak...

Me: Jumbo: 5pcs/kg, big: 8pcs/kg, medium: 18pcs/kg

XX: Big nya 16rb ajj deh mbak
Klw saya ambil 9pcs

Me: Maaf mb gk bs

XX: Jadii bisanya 17/pcs yaaa mbak?

Me: Iya mb

XX: Iya deh
Saya order mbak

Me: Jd mau yg mn aja mba?
Me: Klo mau krm bsk pstiin skrg, biar saya packing, bayar sblm jam 10 akan saya krm bsk.

XX: Ok
XX: Gak spuluh pcs ajj sekilo mbak?
XX: Kalau saya ngambil 7yang big
Trus lebihnya yang medium bs mbak?
Tapii dicukupin 1 kg

Me: Gini yaa mbaaa, biasanya yaaa, 1kg yg big itu isinya 8. Kalo yg medium isinya 18. Bukan saya yg netapin 1kg itu brp, tp barangnya yg emang beratnya sgitu..
Me: Mudeng gak mba?
Me: Kalo mba mau yg big 7, yg medium paling bisa 3. Itu jg klo ditimbang bnr2 pasti 1kg lbh dikit.

XX: Ok
Maaf yaa klw saya rada crwt
XX: Harga klw saya ngmbl yang big 7
Trus yang medium 3
Brp /pcs nyaa mbak?

Me: Ok
Me: 7(17rb) + 3(14rb)

XX: Ok deh
XX: *orderan lagi* (galau dia, berubah trus)


Me: Oke mba, udah fix? Biar bisa saya packing skrg?

XX: Brp biayanya mbak?

Me: 6(17rb) +4(15rb) + 20.500= 182.500 mb

XX: Tapiiu yang medium 14rb/pcs mbak...

Me: Eh maaf salah

XX: Jadii?
Me: 6(17rb) +4(14rb) + 20.500= 178.500 mb

XX: Ok
Gak 178 ajj mbak?

Me: Oke mba 178 aja
Me: Bank Mandiri 900 000 XXXXXXX
A.n Mxxxxxx Rxxxxxxxx
Kalo dah trnsfr kabarin yaa. Saya tunggu paling lama sampe jam 10 bsk, bs ikt krm bsk.. Kalo lewat, jd lusa yaa..

XX: Ok
Klw bsk dikirm...
Kapan nyampenya mbk?

XX: Ok
Bsk blh panjarnya dlu mbak?
Jd klw uda ada barangnya
Bru saya lunasin

Me: Mgkn skitar 5hran
Me: Hah? Maaf gak bisa mba, stelah lunas baru kirim. Trims

XX: Hhheee
Ok
Lama bangt 5harii baruu nyampe mbakk....

Me: Yaa maybe

XX: Ada gak rekening BNI mbak??

Me: Gak pny mba

XX: Saya jg gak punya rek mandiri mbak

Me: Yaa gmn, masak saya hrs buka rek bni mba?

XX: Yaaa gmn?
Masak saya hrs buka rek mandiri mba????

Me: *KEJANG-KEJANG* *STROKE*

KEESOKAN HARINYA:
XX: Mbak besok aja ya saya trfr uangnya, soalnya lg ujan gak bisa ke atm. Bisa kan mba kalo bsk saya trfr nya?
Me: OK kabarin aja kalo udah.
XX: Barang orderan saya masih ada kan?
Me : Masih (*tapi tar lagi lumutan -__-“)

KEESOKAN HARINYA (LAGI)
XX: mba disini lagi musim ujan,jadi gak sempet2 ke ATM. Blh gak nanti malem aja saya transfrnya?
Masih ada kan barang saya?
XX: Bisa kan mbaaak????
Me: oke. (dalam hati pingin ngasah golok -___-“)
XX : Masih ada kan barang saya?
Me: Masih.*subhanallah, masyaallah, allhuakbar* itu lagi yang ditanyanya!! *mimisan*
XX: oke tar malem saya tarfr ya. Klo trfr ntr malem kirimnya kapan mba?
Me: besok.
XX: kalo transfernya besok pagi?
Me: sak karepppppmuuuuuuu.. *kejang*

KEESOKAN HARINYA (LAGI)
XX: mba saya udah transfer yaa.
Me: oke. Besok saya kirim, mkasih ya.
XX: oke mba.
XX: mba orderan saya ada semua kaaann?
Me: ada. (pingin banget jerit ADAAAAAAA pake toa -___-“)
KEESOKAN HARINYA
XX: udah dikirima kan mba?
Me : udah pake TIKI yaa, ntar ya no resinya.
Me: ini no resinya.xxxxxxxxxxxxx
XX: Resi itu siapa mba?
Me: *mimisan* nomor pengiriman tiki
XX: 020 itu kode daerah nya ya mba?
Me: bukan. Cek di web tiki. Masukin no tadi buat cek posisi barangnya besok.
Xx: web nya tiki apa mba?
Me: *tewas*

. . . . Continue Reading

Thursday, January 31, 2013

Ujian Kesabaran (again) dari customer *session 1


Numpang curhattttt disiang hariiiii.. errr.. inhale-exhale…
Again n again dari orang yang sama,
XXX: Mba mau reseller harga berapa?
Me: ukuran 1 sekian, ukuran 2 sekian, ukuran 3 sekian min. pembelian selusin.
XXX: kurang lagi donk mba, 2 rb aja.
Me: *dgn senyum* maaf gak bisa lagi mba
XXX: seribu dehh pliss
Me : maaf mba gak bisa, krn emang itu udah mepet mba.
Xxx: plisss mba kurang lagi donk plis plis plis
Me: maaf mba gak bisa *masih dgn emot smile*
Xxx: yaudah aku pesen ukuran 1 ini ini ini, ukuran 2 ini ini ini.. total nya ya
Me: oke. (Clear, transfer, kirim)

minggu selanjutnya:
Xxx: mba udah ada yg baru?
Me: belum mba masih sisa kemarin, karena emg belum datang barang krn cuaca jd agak telat ekspedisinya. (pas musim ujan kmaren mak)
Xxx: satu pun gak ada sisa lagi mba yg lucu2?
Me: masih sm yg kmaren. (udah datar, emot smile nya ntah dmn)
Xxx: kapan yg baru?
Me: belum tau mba, krn cuaca jd emang belum dateng barang. Kapal2 telat masuk smua, jd ekspedisinya telat.
Xxx: yaah aku pusing nih pd ditanyain sm anak2, tiap hari dtg kerumah nanyain. (*terus gw harus blg WOW gitu? Masalah loe kali..-__-)
Me: oke,ntr dikabarin kalo udah ada yg baru.

Selanjutnya,
Me : mba nih udah ada yg baru, tp harganya beda krn emag aku dapet harganya juga beda jd gak bisa disamain kyk biasa yaa mba
Xxx: emang brp mba?
Me : selusinya sekian sekian.
Xxx: bedanya apa? Kok lebih mahal?
Me: ya gak tau juga mba darisaananya emg lbh mahal, gak saya naikin sendiri kok. Tp katanya lebih bagus. Tapi gak tlallu signifikan juga.
Xxx: oke deh, aku pesen ini, ini, ini, itu, itu, itu ya.
Me : oke. Ada yg baru juga tp blm bongkar, besok ya.
Xxx: hr ni gak bisa mba?
Me: gak bisa, saya capek bgt hr ni, lagi juga anak saya nempel mulu. Maaf.
Xxx: oke.
Besoknya..
Me : mba udah upload yg baru yaa,  liat di album fp ya.
Xxx : *hening*
Xxx: mba pesen  A= 2, B=3, C=2, D=2, E=3, F=2, G=4, H=2, I=2, J=1, K=1. Total yaa
Me: oke sek ya, (banyak mak orderannya) A=2, B=3, C=2, D=2, E=3, F=2, G=4, H=2, I=2, J=1, K=1. Total sekian.
Xxx: oke. A=1 aja deh, B jadi 4, C nya 1
Me: oke
XxX: D = 3 yaa
Me: ok
Xxx: eh 4 denk.
Me: jd A=1, B=4, C=1, D=4 ?
Xxx: iyaa
Me: eh maaf banget mba yg D sisa 3, td udah ada yg mesen juga. Maaf ya mba dpt 3.
Xxx: yaah 4 donk, udah laku semua nih.
Me: yah maaf bgt mba, gak bisa.
Xxx: yaah 4 donkkk, 3 nya udah laku, 1 nya mau buat aku..
Me: maaf mbaa yg laen jd gak kebagian donk.
Xxx: plis 4 donk buat aku. Udah ada yg pesen, semua temen aku. Plis
Me: *LELAH* Maaf aku cuekin dulu yah. T__T
Trus dia bbm lagi, males liatnya, ntar aja. Sempet baca beberapa dia bilang “ywdh deh brp totalnya mba, biar aku transfer blablabla..

Haduh sebenernya enak sih kadang ngobrol ama si XXX init p bawel n banyak nawarnya itu loh, afgan bangettt!, SADISS! Gw ambil untung cuma duarebu-tigarebu dia minta kurang lagi, bunuh aja sekalian..huhuu. emang berdagang itu kudu banyak nyetok sabar n senyum segudang. Gak boleh cepet esmosi, walo dalam hati udah pengen ngasah golok. Tapi dari semenjak mulai merintis usaha ini *tsahh merintis boo..* udah mulai nyadar ternyata dulu sebagai pembeli saya sering semena-mena dengan penjual.. hikss, klo inget-inget itu pingin rasanya datengin semua penjual yg udah aku datengin, trus aku recokin, tawar sadis, trus gak jadi beli itu, untuk minta maaf. Ternyata berdagan itu gak mudah cyiiinnn… makanya sekarang kalo beli apa-apa udah gak nawar lagi, biarlah itu buat rejeki mereka J hihihhi, mkasi Ya Allah au diberi kesempatan untuk sadar diri hoho ;D
Etapi hidup itu emang imbang, ada buyer yg bawel, banyak juga yg baikkkk hati. Order lengkap sesuai format, gak banyak nanya, cepet transfer, dilebihi serebu-duarebu, didoain smoga lancer usahanya, ahhh bener-bener bikin lupa sama buyer yg nyebelin :P

Eiyaa jadi inget sama satu buyer yg bikin emosi jiwa raga nusa dan bangsa, gini ceritanya:
ZZ: *koment dipoto* ini ada?
Me: ada J
ZZ: ini?
Me : ada J
ZZ: klo ini?
Me : ada juga J
ZZ: ini?
Me : ada. (*mulai datar)
ZZ: *inbox* mau pesen A=1, B=1 ongkir ke kota O brp? No rek nya mana?
Me: total skian + ongkir sekian jd skian. No rek XXXXXXXXXXX
ZZ: iya.
Besoknya, 
ZZ: udah saya transfer ya, kirim hari ni ya.
Me: *jam 1 siang* maaf kalo transfer sekarang saya kirimnya besok yaa.
ZZ: loh kenapa???? ditempat lain masih bisa kirim hari ni.!!!
me: Maaf klo disaya gak bisa. (gak tau dia gue kerja, gue di kantor, masak iya bolak balik. -__-)
ZZ: yaudah!!!
Besoknya,
Me: udah kirim yam no resi nya ntar ya
ZZ: oke.

Me: *update status dengan no resi hari itu*
ZZ: MINTA NO RESI SAYA YAA!!!
me: gue cuekin
ZZ: maaf gak tau udah ada di status. Tapi kok gak ada kode kayak CGK gitu cuma nomor doank???
Me: ya emang dr JNE nya gitu!
ZZ : diem aja sampe keesokan keesokan keesokan harinya, gak bilang juga udah nyampe apa kagak. sebodo teuing dehh. :|



. . . . Continue Reading

Tuesday, January 29, 2013

Terima Kasih Group Gentle Birth-ku

Jadi sebenernya udah lamaaaaaa banget pingin mengekspresikan kesyukuran ku setelah gabung, mengenal dan berada dalam grup Gentle Birth Untuk Semua di Facebook. Berawal ketika aku hamil, aku yang tertutup, aku yang pemalu, aku yang gak sabaran, aku yang rada-rada dehhh pokoknya bisa sedikit demi sedikit berubah menjadi lebih baik, cerdas dan "wise". Tsahh, ini bukan sekedar ke-pede-an atau ke-narsis-an semata, tapi emang really really real. Ciyuss :)

Aku yang ketika hamil masih LDM aka long distance married dengan suami, aku di Pangkalan Bun, kalimantan tengah dan sang suami tercintah di Tangerang. Alhamdulillah hamil ku kata orang-orang sih hamil kebo alias gak neko-neko, gak mual muntah, gak ngidam aneh-aneh, tetap berkerja dan beraktifitas seperti biasa. Tapi semenjak hamil aku minta aku bisa dikasi toleransi untuk gak sering-sering naek ke tower (ohiyaa, aku kerja sebagai ATC di Bandara, sila googling apa itu ATC :P), dan menjelang 5 bulan hanya sebagai duty panggilan jika kepepet gak ada orang lagi yg duty.
Jadi bisa dibayangkan hari-hariku sangat nyante, gak perlu buru-buru bangun pagi karena juga ke kantor cuma 5 menit, gak dikejar kerjaan yang lumayan buat pressure, dll. Tapi ya itu karena harga bahan-bahan pokok (sayur dll) itu rada mahal di P.Bun jadinya aku jarang masak, mending beli jadi aja sih yah lagian juga aku gak suka masak saat itu (dan sampai sekarang :D). Nah karena banyaknya waktu luang ku, aku rajin browsing-browsing tentang kehamilan dan persalinan. Otodidak, karena aku gak suka banyak nanya ke orang-orang termasuk ibu or bumer.

Googling sana-sini nyasar di web nya ayahbunda, ehhh baca kisahnya mba Dewi Lestari ketika melahirkan Atisha. WEEWW, langsung buka mindset aku tentang konsep melahirkan yang aku juga belum banyak tahu. Tapi saat itu aku yang emang mem-vakum-kan diri di fesbuk gak tau kalo ternyata ada grup GBUS di fesbuk. Lamaa banget sampe aku tahu kalo ada grup tentang Gentle Birth. Oke one step closer right?

Karena newbi buangett sebagai calon ibu, dan lagi hunting yaah gitu jadi langsing nyerocos nanya dimana RS atau Bidan yang bisa GB di Tangerang, tapi hening komen alias dicuekin T_T. Sebelumnya sih udah baca-baca dikit documen yg ada, tapi aku gak tau ada fasilitas SEARCH di grup, wkwkwk *katrok nih yee*. Walhasil setelah sekian hari, akhirnya di komen mba Prita dan Bu Yesie selaku admin. Baru deh ketemu dokumen tentang nakes yang pro GB. Tapi sangat disayangkan di Tangerang belum adaa cyiiinnn, walhasil pupus sudah harapan ku untuk bisa melahirkan seperti mba Dee, saat itu.

Setelah sekian lama akhirnya aku baru eksis baca-baca di grup GBUS dan web bu Yesie www.bidankita.com. Dan mulai banyak dapet pengetahuan baru tentang kehamilan, persalinan dll.
Sedikit perjalanan ku tentang definisi Gentle Birth:

1 bulan pertama..
Gentle Birth itu melahirkan nyaman, tanpa rasa sakit dan harus melahirkan di rumah bersama nakes (baca: dokter/bidan) yang Pro Gentle Birth. Kenapa? Karena rata-rata testimoni yang udah-udah pasti dibantu bidan yg pro Gentle Birth. Jarang sekali baca yang di bidan deket rumah apa lagi dirumah sakit.

Bulan selanjutnya..
Gentle Birth itu (masih) melahirkan nyaman tanpa rasa sakit tapi ternyata gak harus di rumah bersama nakes yang pro Gentle Birth, tapi bisa di bidan lain atau dokter lain di RS. Tapi minim intervensi, gak boleh suntik-suntik, gak boleh episiotomy, kalo bisa water birth, bagusnya lotus birth atau ditunda selama mungkin, burning cord jika gak lotus dll. Kalo SC? Bisa dipastikan gak bakal bisa GB.

Bulan-bulan selanjutnya..
Ternyataaaaa gak mesti gitu juga kookk, Gentle Birth itu bukan metode harus begini, gak boleh begitu. Gentle birth itu filosofi atau prinsip, bukan masalah pro dan kontra, karena Gentle Birth tidak anti-antian terhadap sesuatu, SC misalnya, tetap bisa secara Gentle dan memenuhi konsep metode yang diinginkan.
Gentle birth itu -yang lama baru aku sadarin- adalah "ending" dari proses pemberdayaan diri kita sebagai hamba Tuhan yang dipercayakan untuk dititipkan "amanah" Nya dan juga wujud ketaqwaan kita kepada Nya dengan mempersembahkan yang terbaik buat si bayi yang merupakan "awal" kehidupan baginya dan "awal" kita menikmati status baru sebagi orang tua.
Batu loncatan pertama untuk membentuk anak-anak yang sehat,baik,cerdas, soleh dengan iringan ilmu parenting yang baik.


Nahh, selanjutnya semakin banyak baca bukannya merasa semakin pintar tapi aku merasa semakin bodoh, dan kadang mikir "kemanah aja gw selama ini, kok baru tau beginian". Tiap hari baca-baca diskusi di grup, setiap diskusi seru di copy-paste, simpen di file, print, dibuat kliping. Setiap ada pertanyaan baru ikutan nyimak dengan seksama. Sampe gak kerasa menjelang 9 bulan belum tau juga mau lahiran dimana, sama siapa. Tapi semakin pasrah dan percaya aja kalo Allah udah nyiapin jalannya. Dan bener, setelah beberapa kali "shopping" rumah sakit/ dokter/ bidan malah jodohnya ktemu di uk 36w, dengan bidan Vera deket rumah. Ajaib yaa? Padahal selama ini gak nyangka bidan vera itu sangat-sangat open minded.

Sudah siap lahir-batin untuk rencana home birth dan lotus-birth donk ya saat itu? Hmm, gak juga, tapi cenderung mengalir gitu aja ngikutin kemana Allah bawa. Udah jarang baca-baca di grup karena udah di print semua, jadi baca yg hard-copy aja. Bangun tidur baca, nonton tipi selingin baca, mau tidur selingin baca lagi, semuanya sambil duduk di birthing (gym) ball. Baca-baca juga tentang keluhan/resiko melahirkan. Gak takut parno? sedikit sih. Misal pas baca tentang eklampsia, jadi terngiang-ngiang gitu pas udah selesai baca. Tapi sekali lagi, yakin aja Allah yg akan bawa kemana jalan terbaik. Gak mikir mau water birth sih saaat itu, karena jujur, karena perdana pingin ngerasain melahirkan normal seperti umumnya wanita lain. Dan bener aja insting untuk gak pengen WB dibuktikan dengan kasus KPD ku, jiaah. Sebelumnya baru belanja, dan beli pocari banyak-banyak. dalam hati sempet mikir "ngapain sih ini nyetok-nyetok, ntar malah kejadian". Eh gak tau apa emang takdir atau sugesti emang bener kejadian. Alhamdulillah endingnya tetap Home birth, IMD 3,5jam, delay cord clamp 17 jam, burning cord.

Berhasil GB donk? NO! Belum menurut aku. Kenapa? Karena...
1. Aku kurang memperhatikan aspek kesehatan, nutrisi dan makanan. Masih ngasal. Rencana mau Food Combining-an gak jadi-jadi.
2. Pemberdayaan diri ku juga belum mkasimal karena baru "belajar" nya pas uk 5 bulan-an. Harusnya minimal dari awal hamil, dan lebih baiknya jauh-jauh hari sebelum merencakan kehamilan.
3. Latihan/praktek dari segala teori tentang Gentle Birth masih males aku kerjain, seperti latihan pernafasan yang sangat penting pada saaat hari H. Males gerak kalo udah keenakan duduk atau tidur. Beli cd relaksasi jarang didengerin, ada aja alasan buat nanti-nanti. Yoga juga males-malesan n gak serius.
4. Manage diri dan emosi masih kurang, karena gak bisa tetap tenang dan rileks setelah 6 jam kontraksi belum lahir juga. (total kontraksi 15 jam).
5.Gak mempersiapkan masa post-partum yang akhirnya sukses buat aku baby blues seminggu.
6. Pemberdayaan ke keluarga tentang cita-cita melahirkan versi aku, gak aku laksanain. Aku cenderung "diem-diem" karena males debat ke ibu/kakak/bumer. Untungnya suami dukung semua yang aku mau.
7. Harusnya punya diary kehamilan yang minimal tiap bulan diisi. dan diary pasca-kelahiran untuk mencatat "sesuatu" yang harus diubah untuk next nya.
8. sepertinya masih banyak tapi lupaaaa -___-".

Nah, dari GBUS lah aku kenal grup-grup lain yang cetar membahana dan pasti sangat berguna buat Ibu baru seperti eykeh ini, like grup AIMI, TATC, RFC, TA HZLC (sekarang TATP), Gesamun, BLW, HHBF, FC dan masih banyak lagi.

Dan suatu keberuntungan yang sangat aku syukuri saat ini adalah bisa berada dalam lingkarang keluarga GBUS, dengan penasehat (admin) mba Dyah Pratitasari (prita) yang sangat-sangat wise mengahdapi dan memandang sesuatu. [Okeh, suatu saat aku akan buat postingan khusus tentang mba prita yang istimewaaa ini, hohohoho]

Bisa kenal banyak nakes (dokter dan bidan) yang cerdas, baik hati dan murah ilmu untuk bisa selalu kapan aja ditanyain GRATISSS! Bukannya memanfaatkan kesempatan ini, tapi berhubung jika-kepepet nakes ini selalu ada dipikran untuk bisa bantu solusi.

Bisa kenal dan ketemu langsung dengan Mas Reza Gunawan (idola baru ku, ciyehh..) dan sang ibu Suri Dewi Lestari, yang udah berhasil juga poto bareng (qeqeqeqe, norak :P)

Bisa kenal orang-orang (baca;teman) yang sevisi semisi,cerdas, pintar, baik hati, ada yang ramah, ada yang sedikit sombong, ada juga yang sok tahu [semua versi aku], yag selalu saja bisa aku cari celah untuk curi "ilmu" mereka yang pasti bermanfaat buat aku. :)  Semua didunia maya! Lucky me! Kenapa? Krena sedikit sekali teman dunia-nyata ku yang sevisi-semisi, semua rata-rata close minded, masih ngikutin pola-pola ilmu lama yang sekarang sudah jauh berkembangggg. Aku ternhanyut, semua berawal dari grup eksis pertamaku GBUS. Love U always GBUS, muach!


Logo GBUS (sumber foto group)




. . . . Continue Reading