Showing posts with label Dyah Pratitasari. Show all posts
Showing posts with label Dyah Pratitasari. Show all posts

Tuesday, January 29, 2013

Terima Kasih Group Gentle Birth-ku

Jadi sebenernya udah lamaaaaaa banget pingin mengekspresikan kesyukuran ku setelah gabung, mengenal dan berada dalam grup Gentle Birth Untuk Semua di Facebook. Berawal ketika aku hamil, aku yang tertutup, aku yang pemalu, aku yang gak sabaran, aku yang rada-rada dehhh pokoknya bisa sedikit demi sedikit berubah menjadi lebih baik, cerdas dan "wise". Tsahh, ini bukan sekedar ke-pede-an atau ke-narsis-an semata, tapi emang really really real. Ciyuss :)

Aku yang ketika hamil masih LDM aka long distance married dengan suami, aku di Pangkalan Bun, kalimantan tengah dan sang suami tercintah di Tangerang. Alhamdulillah hamil ku kata orang-orang sih hamil kebo alias gak neko-neko, gak mual muntah, gak ngidam aneh-aneh, tetap berkerja dan beraktifitas seperti biasa. Tapi semenjak hamil aku minta aku bisa dikasi toleransi untuk gak sering-sering naek ke tower (ohiyaa, aku kerja sebagai ATC di Bandara, sila googling apa itu ATC :P), dan menjelang 5 bulan hanya sebagai duty panggilan jika kepepet gak ada orang lagi yg duty.
Jadi bisa dibayangkan hari-hariku sangat nyante, gak perlu buru-buru bangun pagi karena juga ke kantor cuma 5 menit, gak dikejar kerjaan yang lumayan buat pressure, dll. Tapi ya itu karena harga bahan-bahan pokok (sayur dll) itu rada mahal di P.Bun jadinya aku jarang masak, mending beli jadi aja sih yah lagian juga aku gak suka masak saat itu (dan sampai sekarang :D). Nah karena banyaknya waktu luang ku, aku rajin browsing-browsing tentang kehamilan dan persalinan. Otodidak, karena aku gak suka banyak nanya ke orang-orang termasuk ibu or bumer.

Googling sana-sini nyasar di web nya ayahbunda, ehhh baca kisahnya mba Dewi Lestari ketika melahirkan Atisha. WEEWW, langsung buka mindset aku tentang konsep melahirkan yang aku juga belum banyak tahu. Tapi saat itu aku yang emang mem-vakum-kan diri di fesbuk gak tau kalo ternyata ada grup GBUS di fesbuk. Lamaa banget sampe aku tahu kalo ada grup tentang Gentle Birth. Oke one step closer right?

Karena newbi buangett sebagai calon ibu, dan lagi hunting yaah gitu jadi langsing nyerocos nanya dimana RS atau Bidan yang bisa GB di Tangerang, tapi hening komen alias dicuekin T_T. Sebelumnya sih udah baca-baca dikit documen yg ada, tapi aku gak tau ada fasilitas SEARCH di grup, wkwkwk *katrok nih yee*. Walhasil setelah sekian hari, akhirnya di komen mba Prita dan Bu Yesie selaku admin. Baru deh ketemu dokumen tentang nakes yang pro GB. Tapi sangat disayangkan di Tangerang belum adaa cyiiinnn, walhasil pupus sudah harapan ku untuk bisa melahirkan seperti mba Dee, saat itu.

Setelah sekian lama akhirnya aku baru eksis baca-baca di grup GBUS dan web bu Yesie www.bidankita.com. Dan mulai banyak dapet pengetahuan baru tentang kehamilan, persalinan dll.
Sedikit perjalanan ku tentang definisi Gentle Birth:

1 bulan pertama..
Gentle Birth itu melahirkan nyaman, tanpa rasa sakit dan harus melahirkan di rumah bersama nakes (baca: dokter/bidan) yang Pro Gentle Birth. Kenapa? Karena rata-rata testimoni yang udah-udah pasti dibantu bidan yg pro Gentle Birth. Jarang sekali baca yang di bidan deket rumah apa lagi dirumah sakit.

Bulan selanjutnya..
Gentle Birth itu (masih) melahirkan nyaman tanpa rasa sakit tapi ternyata gak harus di rumah bersama nakes yang pro Gentle Birth, tapi bisa di bidan lain atau dokter lain di RS. Tapi minim intervensi, gak boleh suntik-suntik, gak boleh episiotomy, kalo bisa water birth, bagusnya lotus birth atau ditunda selama mungkin, burning cord jika gak lotus dll. Kalo SC? Bisa dipastikan gak bakal bisa GB.

Bulan-bulan selanjutnya..
Ternyataaaaa gak mesti gitu juga kookk, Gentle Birth itu bukan metode harus begini, gak boleh begitu. Gentle birth itu filosofi atau prinsip, bukan masalah pro dan kontra, karena Gentle Birth tidak anti-antian terhadap sesuatu, SC misalnya, tetap bisa secara Gentle dan memenuhi konsep metode yang diinginkan.
Gentle birth itu -yang lama baru aku sadarin- adalah "ending" dari proses pemberdayaan diri kita sebagai hamba Tuhan yang dipercayakan untuk dititipkan "amanah" Nya dan juga wujud ketaqwaan kita kepada Nya dengan mempersembahkan yang terbaik buat si bayi yang merupakan "awal" kehidupan baginya dan "awal" kita menikmati status baru sebagi orang tua.
Batu loncatan pertama untuk membentuk anak-anak yang sehat,baik,cerdas, soleh dengan iringan ilmu parenting yang baik.


Nahh, selanjutnya semakin banyak baca bukannya merasa semakin pintar tapi aku merasa semakin bodoh, dan kadang mikir "kemanah aja gw selama ini, kok baru tau beginian". Tiap hari baca-baca diskusi di grup, setiap diskusi seru di copy-paste, simpen di file, print, dibuat kliping. Setiap ada pertanyaan baru ikutan nyimak dengan seksama. Sampe gak kerasa menjelang 9 bulan belum tau juga mau lahiran dimana, sama siapa. Tapi semakin pasrah dan percaya aja kalo Allah udah nyiapin jalannya. Dan bener, setelah beberapa kali "shopping" rumah sakit/ dokter/ bidan malah jodohnya ktemu di uk 36w, dengan bidan Vera deket rumah. Ajaib yaa? Padahal selama ini gak nyangka bidan vera itu sangat-sangat open minded.

Sudah siap lahir-batin untuk rencana home birth dan lotus-birth donk ya saat itu? Hmm, gak juga, tapi cenderung mengalir gitu aja ngikutin kemana Allah bawa. Udah jarang baca-baca di grup karena udah di print semua, jadi baca yg hard-copy aja. Bangun tidur baca, nonton tipi selingin baca, mau tidur selingin baca lagi, semuanya sambil duduk di birthing (gym) ball. Baca-baca juga tentang keluhan/resiko melahirkan. Gak takut parno? sedikit sih. Misal pas baca tentang eklampsia, jadi terngiang-ngiang gitu pas udah selesai baca. Tapi sekali lagi, yakin aja Allah yg akan bawa kemana jalan terbaik. Gak mikir mau water birth sih saaat itu, karena jujur, karena perdana pingin ngerasain melahirkan normal seperti umumnya wanita lain. Dan bener aja insting untuk gak pengen WB dibuktikan dengan kasus KPD ku, jiaah. Sebelumnya baru belanja, dan beli pocari banyak-banyak. dalam hati sempet mikir "ngapain sih ini nyetok-nyetok, ntar malah kejadian". Eh gak tau apa emang takdir atau sugesti emang bener kejadian. Alhamdulillah endingnya tetap Home birth, IMD 3,5jam, delay cord clamp 17 jam, burning cord.

Berhasil GB donk? NO! Belum menurut aku. Kenapa? Karena...
1. Aku kurang memperhatikan aspek kesehatan, nutrisi dan makanan. Masih ngasal. Rencana mau Food Combining-an gak jadi-jadi.
2. Pemberdayaan diri ku juga belum mkasimal karena baru "belajar" nya pas uk 5 bulan-an. Harusnya minimal dari awal hamil, dan lebih baiknya jauh-jauh hari sebelum merencakan kehamilan.
3. Latihan/praktek dari segala teori tentang Gentle Birth masih males aku kerjain, seperti latihan pernafasan yang sangat penting pada saaat hari H. Males gerak kalo udah keenakan duduk atau tidur. Beli cd relaksasi jarang didengerin, ada aja alasan buat nanti-nanti. Yoga juga males-malesan n gak serius.
4. Manage diri dan emosi masih kurang, karena gak bisa tetap tenang dan rileks setelah 6 jam kontraksi belum lahir juga. (total kontraksi 15 jam).
5.Gak mempersiapkan masa post-partum yang akhirnya sukses buat aku baby blues seminggu.
6. Pemberdayaan ke keluarga tentang cita-cita melahirkan versi aku, gak aku laksanain. Aku cenderung "diem-diem" karena males debat ke ibu/kakak/bumer. Untungnya suami dukung semua yang aku mau.
7. Harusnya punya diary kehamilan yang minimal tiap bulan diisi. dan diary pasca-kelahiran untuk mencatat "sesuatu" yang harus diubah untuk next nya.
8. sepertinya masih banyak tapi lupaaaa -___-".

Nah, dari GBUS lah aku kenal grup-grup lain yang cetar membahana dan pasti sangat berguna buat Ibu baru seperti eykeh ini, like grup AIMI, TATC, RFC, TA HZLC (sekarang TATP), Gesamun, BLW, HHBF, FC dan masih banyak lagi.

Dan suatu keberuntungan yang sangat aku syukuri saat ini adalah bisa berada dalam lingkarang keluarga GBUS, dengan penasehat (admin) mba Dyah Pratitasari (prita) yang sangat-sangat wise mengahdapi dan memandang sesuatu. [Okeh, suatu saat aku akan buat postingan khusus tentang mba prita yang istimewaaa ini, hohohoho]

Bisa kenal banyak nakes (dokter dan bidan) yang cerdas, baik hati dan murah ilmu untuk bisa selalu kapan aja ditanyain GRATISSS! Bukannya memanfaatkan kesempatan ini, tapi berhubung jika-kepepet nakes ini selalu ada dipikran untuk bisa bantu solusi.

Bisa kenal dan ketemu langsung dengan Mas Reza Gunawan (idola baru ku, ciyehh..) dan sang ibu Suri Dewi Lestari, yang udah berhasil juga poto bareng (qeqeqeqe, norak :P)

Bisa kenal orang-orang (baca;teman) yang sevisi semisi,cerdas, pintar, baik hati, ada yang ramah, ada yang sedikit sombong, ada juga yang sok tahu [semua versi aku], yag selalu saja bisa aku cari celah untuk curi "ilmu" mereka yang pasti bermanfaat buat aku. :)  Semua didunia maya! Lucky me! Kenapa? Krena sedikit sekali teman dunia-nyata ku yang sevisi-semisi, semua rata-rata close minded, masih ngikutin pola-pola ilmu lama yang sekarang sudah jauh berkembangggg. Aku ternhanyut, semua berawal dari grup eksis pertamaku GBUS. Love U always GBUS, muach!


Logo GBUS (sumber foto group)




. . . . Continue Reading

Monday, January 28, 2013

Home Birth ala Muhammad Gilby

Hualooo, mau posting cerita kelahiran Gilby 10 bulan yang lalu, yang sudah jadi artikel di www.bidankita.com juga lohh.. Hahaha, bahagia senang dan bangga.. :D Kalo gak percaya cek link ini yak sodara sodara http://www.bidankita.com/joomla-license/natural-childbirth/501-home-birth-ala-muhammad-gilby
Skrinsyut di web bu Yesie Aprilia (www.bidankita.com)
----------------------------------------------------------------------

Begini ceritanya,

Bismillahirrahmanirrahim,
Izinkan saya berbagi sedikit cerita tentang proses kelahiran Muhammad Gilby Arrasyah, yang bisa dibilang sih masih jauh dari filosofi “Gentle Birth” hehee :D . karena di ending proses udah grasak grusuk sendiri, gak jelas blaaasss.. :P
Agak mendongeng nih alias panjang,  moga moga sih bisa menjadi manfaat buat yang baca. Amin. Heheh.

Berawal dari bulan ke 5 usia kehamilan saya (pada bulan Nov 2011) yang lagi hoby-hobynya browsing tentang kehamilan ehh ketemu dengan artikel cerita tentang kelahiran Atisha yaitu buah hati dari Dewi Lestari dan Reza Gunawan. Pertama baca langsung takjub dan ngebuka mata hati dan pikiran saya mengenai hamil dan konsep melahirkan. Pertama kalinya dengar “Gentle Birth”. Tapi masih sangat awam dan meraba-raba apa itu Gentle Birth. Akhirnya browsing-browsing lagi tentang GB ini dan masuk lah ke sebuah forum yang bilang kalo ada grup GB di facebook. Waduhhh kemana aja baru tauuu? :P Akhirnya dengan semangat 45 saya request join ke grup “Gentle Birth Untuk Semua” di facebook ini.

Saya yang newbie di grup apa lagi di dunia perGBan, langsung dengan Pedenya nanya “dimana yaa RS/ klinik bersalin/ bidan di tangerang yang pro GB’”? dan gak da respon sama sekali. Hikss. Akhirnya cm baca postingan dari member lain aja. Ehh gak lama mbak prita n bu bidan yesie coment nyuruh baca dokumen di grup. *jadi mayuuu* Padahal saya udah rutin baca baca di web nya bubid yesie www.bidankita.com. Tapi akhirnya saya segera meluncur ke dokumen di grup. Dan ketemulah dengan jawaban pertanyan saya tadi. Tapi ternyata gak ada yang ditangerang. Duhh jd gimana donk ini, pikir saya saat itu.

Memasuki bulan ke 7 kehamilan saya, saya coba hunting RS buat lahiran ntar. Kebetulan ambil cuti buat ngunjungi suami di tangerang, krn saat itu saya kerja masih dikalimantan. Jadinya sering bolak balik deh Kalimantan-tangerang. Datang ke RS terdekat yang masih lumayan baru dan nyoba senam hamil disana, dan gak “klik” buat lahiran disitu. Nyari lagi ke RS lain yang bisa askes, lumayan lah kayaknya ngayomi buat ibu dan bayi, tapi salah satu dokter kandungannya asli mengecewakan, masak periksa n USG gak nyampe 3 menit, kayak dikejar setan.

Akhirnya balik lagi kerja ke Kalimantan, hunting RS nya pending dulu. Udah butek belum nemu yang klik akhirnya focus ke grup GBUS. Baca-baca postingannya, baca dokumen, n ngeprint semua artikel dari web www.bidankita.com buat dijadiin kliping biar enak dibacanya. Akhirnya mulai ngeh dengan konsep GB bahwa GB itu gak harus ditangani ditempat yang udah pro GB banget tapi GB adalah gimana caranya memberdayakan diri semaksimal mungkin untuk memberi dan mempersembahkan yang terbaik buat si buah hati amanah Tuhan. Tiap hr deh pokoknya ngabsen di grup, kalo gak buka dan baca rasanya gimana gitu kayak ada yang ilang (jiahhh…). Udah kayak anak sekolah yang mau ujian deh pokoknya tiada hari tanpa baca n baca n dapet ilmu baru terus.

Memasuki usia ke 8 bulan saya ambil cuti melahirkan ke tangerang. (betewe udah kayak dongeng bangets yaaakk, hihii). Baru deh tambah focus lagi mendalami GB, beli buku “Gentle Birth” nya bu yesie dan 2 buku nya yang lain plus buku hypnobirthingnya mba evariny. Beli birthing ball yang didudukin tiap hari saking semangatnya. Wkwk..  beli dvd yoga for pregnancy, dan sering males ngerjainnya hahah (jangan ditiru). Terussss ikut acara nobar film tentang melahirkan (Birth as We Know It dan Bussiness of being Born) di kantornya mas Reza Gunawan bersama 18 member GBUS yang lain. Duhhh senengnya bisa ketemu suami mba Dewi Lestari ini. Orangnya pinterrrr n bijaksana bangetsss sepertinya. Hehee suwerrr dehh, gak rugi bisa ketemu n ngobrol langsung ama suhu yang satu itu.

Hamil makin gede pendalaman ilmu GB juga harusnya semakin gede donk. Jalan pagi bareng suami, kalo sore yoga (klo gak males heheh), latihan nafas (sering lupanya dan berakhir penyesalan sekarang karena dulu gak serius latihannya -__-), relaksasi (sering ketiduran), makan bergizi (ceilahh), minum air kelapa dan susu kedele yang buat sendiri (yang konon katanya bagus buat orang hamil), makan burjo, dan pastinya membaca dan membaca trussss. Oia satu lagi download semua video bagus tentag melahirkan di youtube, saking nafsunya download sampe banyak yang gak ditonton hahah. Yang bia jadi inspirasi dan penyemangat jangan lupa simpen di hp biar bs ditonton kapan aja.

Semakin mendekati duedate semakin gak tau mau lahiran dimana dan dengan siapa. Request proposal ke suami pengen ke klaten lahiran sama bubid yesie ditolak mentah- mentah. Impossible kata suami, padahal baca pengalaman mba @ratri pas udah kontraksi naek kereta ke klaten masih bisa. Terus ada Galenia di Bandung, udah pede jasa mau brojol disitu tapi impossible juga kata suami. Hikkkss bener-bener pupus harapan. Trus pedekate ama bubid @erie marjoko di depok Alhamdulillah beliau bisa, walau dalam hati cekat-cekot gimana caranya dr depok ke tangerang (bukan dikotanya lagi) nanti klo pas hari H. Tapi yasudahlah yang penting berusaha dulu, kali-kali si baby malah bisa lahir tanpa didampingin nakes (yakkss ngareppp).

Semakin persiapin diri aja deh, baca-baca semua tentang problem saat melahirkan seperti KPD, distosia, pre-eklampsia dll biar tau gimana nanti kalo kejadian.  Banyak-banyak doa dan semakin pasrah tapi semakin tenang walau di minggu ke 36 masih belum ketemu pendamping nakes. Sebelumnya sempat hunting bidan di klinik bersalin. Karena semakin mendekati due date langsung aja to the point nanya bgini pas abis periksa,
Saya : “mba kalo nanti saya lahiran disini boleh banyak minta gak?”
Bidan: “banyak mnta gimana mba?”
Saya : “misalnya saya minta tali pusatnya gak langsung dipotong gitu.”
Bidan: “loh buat apa?”
Saya: (dengan nada halus) “soalnya saya pernah baca kalo tali pusat ditunda pemotongannya bagus buat bayi dan ibu. Nutrisi, darah n oksigen tersalurkan sempurna ke sibayi, dan bisa mengurangi resiko anemia juga ke sibayi nantinya mba. Gitu… “(sambil deg-degan nunggu respon)
Bidan : ohh, itu gak perlu ibu, nanti kan si bayi bisa disuntik vitamin K setelah lahir (whatttt???!!!) dan semua proses itu harus cepat-cepat dilakukan agar tidak terjadi pendarahan dan infeksi. Serta untuk keselamatan ibu dan bayi juga. (hmmm, Belanda masih jauh kaliii ngapa juga cepet-cepet, banyak pasien waiting list kali yak, apa gak mau repot -__-).
Yaudah deh gak mau nanya lagi karena udah tau prosedurnya bakal begitu. Padahal baru satu item yang ditanyain. Untung sih ngomongnya masih ramah n baik, jadi pamitnya juga baik-baik. Hehee.

Semakin galau karena klinik bersalin yang banyak direkomendasiin orang-orang malah gak banget buat saya. Akhirnya kepikiran buat datengin semua rumah bidan deket rumah. Pas di usia 9 bulan, dengan gak ngarep-ngarep amat bidan itu jadi jodohku (karena takut berharap), saya dateng ke rumah bidan vera. Deg-degan sih iya, tapi sebelumnya udah ngapalin materi yang mau diobrolin hahah, berasa konsul skripsi. :P

Dengan dalih ngobrol-ngobrol tentang hamil dan persalinan, ternyata sang bidan sangat open minded. Saya sih gak bahas GB tapi yang saya bahas aspek-aspeknya. Kayak penundaan pemotongan talpus, bebas memilih gaya persalinan, gak ada suntik-suntik buat bayi abis lahir, dank lo bisa saya juga gak disuntik-suntik kecuali terpaksaaaaa sekali,IMD (udah pasti) dll yang kesimpulannya saya udah ketemu jodohbuat lahiran. Alhamdulillah. Walau masih dilema mau lahir di klinik beliau atau dirumah saya, tapi saya mikirnya fleksibel aja nanti, toh deket ini, yang jelas sang bidan ready aja dimana aja.

Oiaaaa Cuma lotus birth yang beliau baru denger, sempet kaget juga waktu saya minta tali pusat gak dipotong dulu sampe semau saya. Awalnya sih beliau bilang loh bisa bahaya karena nanti malah darah sibayi dihisap si plasenta. Tapi stelah saya kasi tau, ehh sang bidan sangat antusias dan mau nyari tau lagi tentang lotus birth itu. Yang gak berapa lama salah satu stasiun teve swasta ngebahas lotus birth, langsung deh tonton.
Karena semakin gede semakin lah banyak yang nanya “kapan lahiran?” Dohhh nanya kapan lahiran sama aja dengan nanya “kapan mati?” ya gaak sih? Secara mana ada yang tahu kapan hr H brojol,tapi selalu saya jawab awal april. Pdhl akhir maret, biar klo lewat HPL gak pada heboh lagi nanya “koq belum lahir-lahir?”. Dan gak tau napa, slalu kesel kalo ada yang nanya “mau normal apa secar?”, padahal yang nanya udah jadi ibu alias udah pernah ngerasai hamil dan melahirkan. Klo seandainya bisa milih yaaa saya mah ogah banget cesar, makanya ini dipersiapin biar bisa normal. Bukan hanya sekedar masalah biaya, tapi lebih ke takut kalo si baby ngalamin birth trauma dan yang pasti gak bisa ngebayangin perut dibelah-belah n diubek-ubek gitu. Hiyyy… tapi selalu saya jawab “maunya normal, doain yahh..” :)


Tanggal 15 maret 2012 UK 37w5d USG terakhir ke dokter untuk cek kondisi. Alhamdulillah semua ok, posisi udah turun, ketuban cukup HPL 31 Maret 2012 tapi yang agak meresahkan BBJ 2,9kg, termasuk montok kata dokter jadi disuruh diet karbo L. Emang sih nyadar belakangan banyak makan pa lagi yang manis-manis hihihii.

The day is coming…
Masih ditanggal yg sama 15 Maret 2012, menjelang maghrib udah merasa cekat-cekot diperut. Masih mikir, ehh ini kontraksi itu yaa? Palsu atau enggk yah. Hmm yahh apa pun itu akhirnya bisa ngerasain “rasa” ini. Iseng2 ngitung kok yaa teratur yah setiap setengah jam sekali. Tapi malah kepikiran buat dibawa jalan-jalan aja. Udah lama kepingin makan duren akhirnya ngajak suami nyari duren. Di motor sih si “kontraksi” masi lanjut terussss n dinikmati. Makan duren klo gak salah 5 biji terus pulang.  mikirnya sih kalo emang kontraksi beneran pasti bakal lanjut, tapi klo gak yaa berarti belom saatnya.

Jam 22.30 WIB waktu mau tidur tiba-tiba berasa kasur koq basah, langsung loncat bangun dan mikir jiahhh kejadiannn dehhh saya KPD  -___-“.(Pantes gak terlalu berharap bisa Water Birth hihiii). Langsung ke kamar mandi karena lumayan basah. Langsung inget untung uda nyetok pocar*dan vit C. Nyoba tetap tenang, dengan mandi biar seger dan bersih ketemu si dede. Abis itu ambil birthing ball, goyang inul disitu sambil baca surat yusuf, karena janji ama diri ndiri dan si dede kalo pas kontraksi mau ngajiin surat yusuf, walaupun gak selesai sampe ayat terakhir karena keburu gak focus :(. Dan janji buat khatamin alquran buat si dede juga udah lunas dari hari jumat yang lalu. Terus nyoba denger rileksasi nya mawar merekah bubid yesie, tapi gak bisa ngikutin rileks karena emang kurang latihan rileksasinya, hwaaaaa nyeselll blasss. Mencoba gak ganguin suami yang lagi bobo. Tapi langsung inget harus nyetok energy. Banguni suami deh dan bilang “ini ketuban dah rembes, ntar lagi lahiran”. Dia yang baru bangun dengan muka bingung,saya suruh rebusin telur. Walhasil saya menikmati setiap gelombang rahim yang datang dengan air ketuban yang merembes.  Mikirnya sih (dengan pedenya) harus sebelum subuh udah lahir. Sengaja gak kasi tau bidan karena masi baru dan berharap bisa melewati momen bersejarah nanti hanya dengan suami. Hihiii. (ini lagi over pede, udah hamil pertama berharap unassistened child birth pula :p).

Setiap kontraksi selalu inget kata bubid yesie “Buka Mulut = Serviks Terbuka, Buka Tenggorokan = Vagina Terbuka” sambil nyoba senyum dan senyuuumm.
Tanggal 16 Maret 2012 jam 03.00 dini hari, kontraksi semakin exis saja, sambil praktek pernafasan perut, sambil terus ngitung lama dan jedanya. Masih di birthing ball belum pindah posisi sambil ngantuk-ngantuk. Mau tidur di tempat tidur kayaknya gak bisa lagi karena tiap kontraksi, ketuban juga ikut rembes. Oia dr awal KPD minum terusssss, yaa pocar* ya air putih, ya vit C. Makan juga walopun gak selera, tapi berusaha tetap masuk makanan. Setiap kontraksi dateng selalu minta di genggam tangannya ama suami, walopun dia lagi heboh di dapur (yang saya baru tahu dia beres-beresi semuanya, hehe I Love U abi, sempet saya marahi karena sibuk sendiri padahal saya juga lagi butuh perhatian banget hahah).

Berharap bahwa bisa lahir sebelum subuh. Tapi ternyata saat adzan subuh berkumandang pun belum ada tanda-tanda ingin mengejan padahal kontraksi udah makin kuat walau masih 2 menit sekali.  Akhirnya karena penasaran udah bukaanberapa, nelpon sang bidan dan jelasin semuanya. Katanya prediksi bisa sore baru lahir, jadi nanti jam 8 baru dateng buat ngecek. Whaaaatt? Soree? Langsung deh panik, dan mulai gak focus. Mulai fokusnya ke “harus cepet lahir, harus cepet lahir”.
Jam 08.00 wib sang bidan dateng dan ngecek baru bukaan 2. Tambah panik (emang dasar lebay hihii) udah kayak gini masih bukaan 2??  Kata sang bidan, nanti jam 11 di cek lagi klo bukaan gak nambah harus ke rumah sakit. Takutnya kenapa-napa. Beuhhh, tambah panik lagi. Tapi berusahaaaaa semaksimal nya untuk tenang dan gak stress, karena saya tahu sekali kalo saya gak bisa mengontrol diri yang rugi dan nyesal yaaa saya sendiri. Terus mensugesti positif dan gak mau berprasangka yang aneh-aneh.Setelah itu bidannya pulang, karena deket rumah saya mah asik aja. Terus berasa pingin (maaf) pup. Langsung inget cerita Bun-bun @Hanita waktu lahiran Yusuf, yang heboh waktu mau pup. Saya pun yakin ini bukan pngen ngejan tapi pingin pup. Dan bener dengan susah payah saya pup juga. Sempet mikir sih dihh ntr jangan-jangan keluarnya bayi lagi, hehehe.

Jam 10.00 wib bidan dateng lagi. Dia tau klo udah KPD gak boleh sering-sering VT. Tapi saya sih malah penasaran kalo gak di VT, pengennya cepet-cepet selesai aja. Alhamdulillah wasyukurillah bukaan saya maju jd bukaan 4. Berasa ngelewati titik aman pertama dehhh. Heheh. Oia  lupa dari jam berapa, posisi udah diatas tempat tidur sambil meluk birthing ball. Udah gak kuat duduk. :p Nanya ke bidan kontraksi yang gimana kalo bukaan udah lengkap. Yang udah gak ada jedanya lagi katanya. Langsung deh ayooo dongg kontraksi gak papa deh makin kuat, tapi bukaan lengkap yaa. Udah nyoba inget-inget video animasi proses keluarnya bayi, udah nyoba tetap rileks dan ngatur nafas dengan bener tapi mungkin karena ini pertama kalinya ngerasain melahirkan plus agak lebay dalam merasakan “rasa” sakit jadi saya sempet kehilangan kontrol akan tubuh saya sendiri. Udah lupa ama janji bakal kerjasama ama si baby, bakal bantuin dia nyari jalan lahir, yg jadi focus cuma pengen cepet lahir aja. Mungkin karena udah capek juga, semaleman asli gak tidur, makan juga sedikit tapi Alhamdulillah semangat saya untuk melewati prose situ belum padam. Karena saya focus “saya bisa melahirkan di rumah, saya gak mau ke ruma sakit”.

Jam  12.00 Wib  Alhamdulillah dengan sisa semangat itu bukaan saya lengkap. (cepet juga yaa, tapi gak inget lagi gimana “rasa”nya kok bisa tiba-tiba bukaan lengkap heheh). Udah boleh ngejan kata bu bidan. Oia sebelum bukaan lengkap saya pingin pup banget tapi gak dibolehin ngedan ama bidannya, padahal saya merasa saya pingin pup beneran. Tersiksa sekali rasanya menahan pup itu. Tapi pas bukaan lengkap kayaknya bisa juga saya pup. Nah saat disuruh ngejan saya gak ngubah posisi saya yang kayak mau merangkak tapi sambil meluk birthing ball. Tapi ntah napa saya belom pingin ngejan, walhasil saya berusaha sekuat tenaga juga gak keluar-keluar si baby. Akhirnya disuruh berbaring. Awalnya saya gak mau karena mind set awal saya ini bukan posisi saya buat melahirkan karena melawan gaya gravitasi. Tapi karena udah capek juga yaudah deh mau nyoba. Ehh ternyata ada kemajuan. Jadilah saya disuruh ngejan sambil baring. Aduhaaaaii capeknya karena udah gak sanggup lagi nafas panjang, si baby kagak brojol brojol deh. Sampe satu setengah jam ngedan,  jam 13.33 wib dengan semangat yang terus diberikan oleh bidan dan suami saya, plus ancaman bidan klo jam 2 belum lahir mau di vacuum, akhirnya saya ketemu juga dengan makhluk yang selama 38 minggu berada dalam rahim saya. Ternyata ini dia penampakan anak saya, baby boy dengan BB 3kg dan panjang 49cm, Alhamdulillah langsung nangis, dan bersih banget,mungkin karena udah kesiram ketuban yang rembes dari malem yaa…hehhe ngaco, walopun agak pnjang kepalanya. Makanya abis dilap, ditarok didada saya, saya langsung minta maaf kalau-kalau saya menyiksa dia karena kebodohan saya, minta maaf karena semua yang dicita-citakan belum berjalan dengan sempurna.

Proses kelahiran plasenta saya gak inget lagi, karena sibuk ama bayi,tapi kalo gak salah sih perut agak ditekan-tekan dikit terus gak lama keluar deh tuh siplasenta. Saya kira sih udah selesai sampe disitu aja, tapi ternyata harus dijahit. Yaaakks! Dan sekali lagi karena saya agak lebay dengan “rasa” sakit jadilah jejeritan plus sesenggukan pas dijait. (gak malu ama bayi yang lagi di dada heheh). Masalahnya si saya liat jarum yang buat jahitnya itu lohhh kayak mata pancing, jadi mau gak mau ngebayangin pas di tusuknya itu jadi berasa gimana gitu. Nyeri kontraksi udah ilang tapi ada nyeri yang lebih dahsyat lagi -___-“.

Setelah selesai dijahit dan agak diberes-beresi sisa peperangan, plus ngebersihi plasenta buat lotus birth, saya ditinggal sang bidan sambil IMD. Jam 17.00 wib dia dateng lai buat mandiin bayi saya. Jadinya saya imd lumayan lama 3,5 jam, walau si baby cuma bobo aja, mungkin ikut begadang juga dari malem yaahh, jadinya ngantuk dehh.. :D

Nahhh belum selesai loh ceritanya, karena si bidan dari pagi udah seliewaran di rumah saya, saya yang tinggal di perumahan pun di curigai sedang proses brojol. Hehe. Jadilah saya sejak siang sudah rame dikunjungin tetangga. Tapi saya sih dikamar, paling basa basinya ama suami saya. Setelah lahir ini nih yang lucu. Sang bidan pulang, tetangga lebih rame lagi yang dateng. Padahal posisi saya masih imd lohhh. Dengan kamar yang masih belum dirapiin. Tapi karena saking sayang nya tetangga ke saya, yah saya nikmati aja. Tapi pada heran kenapa plasenta aka ari-ari nya gak langsung ditanem. Masih nemplok dibaskom disamping saya. Tapi pada gak ngeliat kalo tali pusatnya masih nyambung ke bayi saya. Yaaa saya bilang aja belum dipotong mba. Lah semua pada bingung. Padahal sebelumnya udah di wejangin kalo nanem suruh narok ini-itu biar ini-itu, yang saya sambut dengan senyuman aja. Jadinya nanya ke suami deh kenapa talpus gak langsung dipotong. Suami santai jawab,”lagi ngetrend kayak gitu mba”. Jiahhh abi oh abi. :D

Oia baru ngabarin keluarga besar di aceh dan medan. Bukan pada jawab “Alhamdulillah” tapi “astaghfirullah” karena tiba-tiba bilang udah lahir aja. Ibu saya sempet agak kesel karena janji saya yang mau ngabarin kalo kontraksi dateng, ehh terlupakan. I m sorry my mom, cuma gak pengen buat khawatir aja karena ibu saya agak panikan saking sayangnya dengan saya. Dari rencana saya yang pingin lahiran sama bidan aja ibu saya kurang mendukung, pinginnya saya lahiran di rumah sakit aja. I know itu tanda bahwa ibu saya tidak ingin terjadi apa-apa dengan saya, karena paradigm bahwa kalo di Rumah Sakit pasti segala sesuatunya “lebih aman”. Saya cuma percaya saya mampu, tubuh saya mampu, bayi saya mampu dan yang pasti saya punya Allah yang siap menolong saya. Makanya agak pingin yang privacy sedikit soalnya this is the first for me. Dan Alhamdulillah walau belum sempurna semua terlewati dengan indah. :)

Alhamdulillah wasyukurillah Allah memberi saya pengalaman yang luar biasa menurut saya dan nekat menurut orang-orang. Terimakasih Gilby, buat semuanya, yang gak pernah ngerepotin bunda dari awal hamil, yang tetep sehat walo bunda pernah jatuh ditabrak mobil, yang sabar ama bundanya ini saat proses melahirkanmu nak, dan terima kasih special buat abi, buat semua dukungan dan semangatnya, dari awal hamil (walau long distance), yang walaupun susah buat disuruh baca artikel tentang hamil dan melahirkan, tapi selalu nurutin kemauan istrinya ini walau kadang-kadang terlalu banyak dan aneh-aneh. Hehehe. Dan yang pasti pengalaman saat mendampingi saya melahirkan pasti jadi pengalaman terindah buat mu bi. Masih inget pas ngedan abi yang selalu ingetin gimana cara nafas yang bener. Hufttt without u im nothing. Jiahhh, meloww dehh. Hahahah.

Epilog.
Semua temen kerja pada speechless tau saya lahiran dirumah. Pada ngirain gak sempet ke rumah sakit. Padahal emang maunya saya heheh. Pada bilang nekat sih tapi berani.

Terus tetangga di perumahan masih pada ngomongin saya (sampe sekarang) karena praktek lotus birth saya yang dikira ikut “aliran” mana gituuu. Gimana lagi kalo saya bilang dibakar ya tali pusatnya. Hehe. Gak jadi lotus birth karena merasa belum berpengalaman (padahal udah nyetok garam laut seabrek) jadinya delay ampe 17 jam dan burning cord. Nah kalo burning cord, pada gak ada yang tahu, takut dikira “aneh-aneh” lagi. Heheh. Alhamdulillah udah puput setelah 4 hari.

Oiaaa sekarang baru tahu kalo nafas bener itu emang sebenernya gak perlu ngejan. Setelah melahirkan, setiap (maaf) pup saya selalu coba nafas yang bener, eh beneran keluarnya juga enak. Jadi ngebayangin kalo pas lahiran kemaren kayak gini mungkin enakkk bangets ya. Tapi ya sudahlah, saya yakin itu sebagai bahan belajar buat saya biar tau rasanya dulu. Jadi gak sabar buat hamil lagi, pingin belajar n memebri yang lebih maksimal lagi pastinya. Tapi ntar dulu kali yaaa.. heheh. Yang jelas sih emang berapa hari setelah melahirkan kan masih sakit tu jaitan, jadi masih mikir agak kapok buat melahirkan. Tapi sekarang udah lupa rasa sakitnya. Hihiii, :D

Sekian dulu deh, sekarang Alhamdulillah Gilby udah sebulan dan saya udah mulai bisa memahami apa maunya dia. Ternyata kalau kita mau belajar, bayi itu sangat pintar ya. Menjadi ibu adalah sekolah yang tiada henti. Semoga kita bisa selalu berusaha memberi yang terbaik buat setiap amanah yang diberikan Tuhan. Yang tidak hanya pasrah kepada pihak yang dianggap lebih “pintar”, semoga semakin banyak perempuan yang sadar, hamil gak hanya sekedar hamil, dan melahirkan gak hanya sekedar lahir dengan “selamat”. Apapun pilihan kita mau home birth, water birth, lotus birth, unassistened child birth, semoga kita menjalaninya dengan sadar  dan bertanggung jawab, gak hanya sekedar  ikut-ikutan. Dan jangan pernah lupa bahwa terkadang hasil berbeda jauh dari harapan, yang penting prosesnya kita sudah berusaha maksimal. Allah Maha Tahu yang terbaik buat hamba-hambaNya.  terima kasiih bidanku mba vera, mba prita, mas reza, bubid yesie, bubid erie dan semua member GBUS.. Merdekaaaaaa :D

Tangerang, 15 April 2012
By Meilisa



Welcome to the world my son...

Gilby unyu unyuuuu.. :)

. . . . Continue Reading

Saturday, January 26, 2013

KOPDAR GBUS Family, Yeyy!!

selagi masih hangat diingetan suasana kopdar kemaren, sampe kebawa mimpi tadi malam, mari cuss saya tulis sedikit gimana kemaren.
Begini ceritanya,

Udah bangun jam 5 pagi, si abi masih bobo manis, jadi gak tega mau banguni ngajak ke pasar. Akhirnya kepasar jam 6 lewat, oke sipp buru-buru deh belanjanya mau buat Gado-gado medan yg sayurnya mentah aka raw food. :D
-selada ü
-toge ü
-kol ü
-tahu ü
-tempe ü
-kacang tanah ü

sampe rumah Gilby udah bangun tidur, langsung cuci-cuci sayur, sambil goreng tempe, tahu, bawang goreng, kacang tanah, emping. Nyiapin bumbunya cabe merah, cabe rawit dikit, bawang merah, bawang putih dikit, rebus. Blender dengan kacang, tumis lagi. Iris-iris sayur, masukin tuperware daaaan udah jam 9. Tulunggg, acara mulai jam 9!

Oke mandi buru-buru, mana mau gerimis, gilby untung nenen nya bentar, langsung cuss naek motor (dianter abi) ke TKP di Delatinos BSD. Ngebut salip-salip eh pas di lampu merah deket German centre ada yg naek motor bawa makanan di kontainer plastik gitu (lupa perhatiin, semacam eskrim gitu kayaknya), feeling pasti nih satu tujuan dan ternyata bener wkwk.. kocak. :D
And guess what? Super duper rameeee euy! Gak nyangka ternyata antusias nya bukan maen yang pada mau belajar n menjalin tali silaturahmi. Acara udah mulai, masuk dari belakang, duduk didapur kering. Celingak-celinguk nyari yang kenal ternyata malah asing semua qeqeqe. Udah janjian sama mba Diana dan mba Rika, tapi belum pada dateng.
Kirain udah materi, ternyata masih perkenalan dari member-member GBUS sambil sharing kisah persalinannya atau cita-cita persalinannya, banyak bumil euyy. ^^
And then Mba rika dateng, akhirnya ketemu lagi untuk kedua kalinya setelah nobar tahun lalu di kantor mas Reza, langsung nodong clodi buat aku beli. Ambil satu, tapi belom bayar wkwk.

Terus materi tanya jawab dengan dr. Riyana Kadarsari SpOG, banyak euy yg nanya sampe jam 12an, padahal rencana acara berkahir jam 12. And then mas Reza Gunawan dan mba Dewi Lestari yg jadi pembicara. Jeleknya akuh nih, karena gak lagi hamil jadi gak fokus-fokus banget nyimak mereka ngasih materi n sharing nya. Padahal gak rempong sama urusan anak, malah sibuk icip-icip hihiii. Jadi maaf gak bisa ngasih bocoran pembahasan kemaren wkwk. :D
Terus jam 1 udahan, lanjut poto-poto dulu selagi ada mas Reza n mba Dewi. Rame bangett jadi bingung nyari tempat yg pas, banyak juga yg gak ikutan padahal, saking ramenya kali yah? :)
Terus mau sholat tapi ngantri nya gak abis-abis, jadi pending lagi. Eh ternyata masih banyak bumil yg penasaran sama Pelvic rocking aka goyang inul, putaran sufi dan endorphin massage. Nah yg ini akyu lumayan fokus nyimak karena udah rada legaan duduknya. Tapi sangat disayangkan gak sempat rekam karena gak bawa kamera, gak mungkin banget pake kamera BB Kepler yg kualitasnya gak banget pa lagi indoor.
Semoga memori ku bertahan lama menyimpan tentang pelvic rocking aka goyang inul, putaran sufi dan endorphin massage tersebut untuk bekal 2-3 tahun lagi. :D *Ridhoi ya Rabb

Terussss itu dulu deh, tentang acaranya.
Seneng sih orang-orang yg kenalnya di dunmay akhirnya bisa ketemu langsung, ngobrol-ngobrol n sharing-sharing. Moga next event bisa ikutan lagi ahhh..Mei di MOI, *ridhoi ya Rabb. :)

mba prita cantiks ^^


mas Reza ngasih materi, sambil duduk di birthing/gym ball


penampakan suasana dari belakang


me with sister.. *dikeplak fans DEE


bubaaaar jalaan! masih pada rumpi-rumpi :))


love this pic so much! Love u too mba prita!


suasana sebelum pada bubar :)


. . . . Continue Reading