Monday, September 1, 2014

Dear Smoker...

Dear smoker,
Terpapar asap rokok itu bener-bener gak enak tauk,
bikin sakit kepala, pusing, migren semua jadi satu,
bikin mood kacau dan emosi meninggi,
bikin baju jadi bau dan rasanya pengen cepet-cepet diganti.
POKOKNYA KESEL SETENGAH MATI!

Kalo lah doa dari produsen rokok di setiap kemasan yang mengharapkan anda meninggal tidak mampu membuat anda sedikit bertaubat, lalu doa apa lagi yang bisa membuat anda sedikit mempunyai hati nurani?
Rasanya ntah doa apa lagi yang mampu saya ucapkan dengan keridhoan hati agar saya bisa ikhlas menerima tiap butiran terpaan asap yang menerpa..
Ntah bagaimana lagi agar saya mampu meningkatkan toleransi kepada anda ketika saya melihat anda asyik mengbulkan asap yang dihasilkan dari benda bernama rokok?


katakanlah anda sudah tidak peduli lagi dengan badan anda dan kesehatan anda, dengan keluarga atau orang terdekat anda dirumah,
tapi masih ada orang lain yang harusnya anda sedikit peduli, ketika asap yang anda hasilkan dari ritual anda itu membuat orang lain menderita, bukan pura-pura menderita.

katakanlah anda merasa tidak menzolimi orang lain, karena yang habis ya duit anda, yang sakit ya badan anda, tapi plis bukalah sedikit mata anda untuk melihat ke sekeliling apakah ada manusia selain anda? bukalah telinga anda untuk mendengar protes mereka, bukalah hati anda untuk bisa memberikan kebebasan kepada orang lain untuk bisa menghirup udara tanpa racun.

katakanlah anda minta di toleransi, karena anda tidak bisa hidup tanpa rokok, anda tidak bisa menahan diri untuk tidak merokok bahkan ditempat yang tidak seharusnya, lalu bagaimana lagi kami harus mentoleran anda ketika anda dengan santainya merokok dan membiarkan asapnya bertebaran dimuka orang lain, dengan serunya merokok berjamaah diruangan tertutup ber-AC yang tentu saja selain bau yang semakin menjadi-jadi yang pasti racun-racun menempel dan berputar ditempat yang sama.

ohh smoker,
sungguh saya tidak peduli dengan kesehatan anda, karena anda pun tidak peduli dengan kesehatan anda sendiri. tapi tolonggg, saya sangat peduli dengan kesehatan saya, saya berupaya hidup sehat selaras seimbang tapi percuma jika tiap hari anda selalu mengotori saya dengan racun yang anda sebar dengan SENGAJA. tolonggg silahkan merokok, silahkaan merokok sepuasnya, tapi tolong asapnya telan sendiri saja, tolongg bawa lagi asap dan racunnya bersama anda, tolonggg jangan ajak orang lain untuk sakit.

mungkin ini terlihat lebay dimata anda, tapi sungguh ini serius, saya sangat sensitif dengan bau dan asap rokok, dan bisa dipastikan tak perlu menunggu lama setelah "tercium" asap rokok kepala saya langsung pusing, migren, sakiiiiiit lah pokoknya.

apa anda mau bilang "ini salah gue, salah temen-temen gue?" yaa izinkan saya jawab YESSSS ini salah anda, anda penyebabnya!
berhentilah menzolimi orang lain, apa lagi jika orang tersebut benar-benar jadi menderita karena ulah anda, jangan sampai ada yang mendoakan anda dan jadi terkabul karena doa orang yang teraniaya cepat diijabah Allah. dan jangan lupa semua akan diminta pertanggungjawabannya kelak.

~Dari yang sedang migren berat karena asap rokok :(





. . . . Continue Reading

Tuesday, June 17, 2014

ASI dan Kegagalan Menyusui

Terilhami dari sekeliling saya, saya agak heran plus menyayangkan melihat teman-teman saya baik teman di kantor, teman di rumah alias tetangga, teman-teman SD, SMP, SMA, Kuliah yang sudah terpisah jarak dan waktu tapi tetap bisa keep-in-touch lewat sosmed, banyaaaaak sekali yang sebenernya punya peluang, kesempatan dan kemampuan untuk bisa memberikan ASI kepada anaknya yang baru lahir, tapi berujung pada kegagalan.

Tapi kadang-kadang gini nih pernyataan yang mereka  katakan,
"ASI saya gak keluar, gak ada."
>> Yah emang sih abis lahiran ASI gak langsung keluar otomatis. Tapii sebenernya yaa dari usia kandungan 5 bulan (kalo gak salah) PD sudah mulai memproduksi ASI. Jadi tugas kita setelah lahiran hanya merangsang si ASI keluar dengan cara menyusui si bayi. Kenyotan  mulut bayi akan memancing dan merangsang kelenjar PD untuk mengeluarkan ASI. 

"ASI saya sedikit"
sedikit dibanding apa dulu? Jangan bayangin ASI kita bakal tumpeh tumpeh muncrat setelah abis lahiran. Keluarnya emang masi tetes demi tetes. Tapi tetesan yang sangat berharga, karena masih berupa kolostrum, yang punya segudang manfaat dan sangat sayang jika dilewatkan. Padahal kolostrum ini dihasilkan hanya sampai hari ketiga saja, yang biasanya pada hari-hari ini pihak RS yang kurang support menyusui semena-mena memberikan sufor. Padahal ukuran lambung bayi baru lahir hanya sebesar kelereng.

"Anak saya gak kenyang-kenyang, maunya nen terus"
Yaeyalah, masak maunya naek odong-odong :P wajar di hari pertama hidupnya dia banyak nen. Tapi banyak sekali yang tidak paham, bahywa menyusui bukan hanya meyodorkan PD ke mulut bayi. Sehingga tentu saja bisa ditebak, latch on dan posisi salah berakibat si bayi hanya mendapat "udara" bukan ASI. Yah wajar donk dia gak kenyang, lah wong makan angin :P

"Anak saya nangis terusss.. di nenenin salah, di gendong salah, dikasih sufor baru diem dan anteng"
Wajar nangis karena bahasa bayi ya dengan nangis, kalo dia langsung bisa ngomong yaa itu cuma Nabi Isa. Heheh. Laper haus nangis, bosen nangis, pingin dipeluk nangis, kedinginan kepanasan nangis, kalo gak nangis kita gak tau kan dia dalam kondisi gak nyaman. Tapi bukan berarti harus nyumpelin dia dengan sufor. -_-

"Emang situ OKE ngasih ASI? terus yang ngasih sufor gak oke gitu?"
Ini kalimat ibu2 yang insecure sama dirinya sendiri. hehe. Bukan masalah oke atau gak okee.. Memberikan ASI alias menyusui itu ada perintahnya langsung dari ALLAH yang tertulis dalam alquran, jadi jatohnya itu KEWAJIBAN kita donk. Dan of course HAK si anak untuk bisa mendapatkan makanan terbaiknya.

"Saya udah berusaha, tapi yaa akhirnya emang gak bisa ngasih ASI"
Usahanya yg gimana dulu? Kadang niat yang kuat tanpa dasar ilmu juga sama aja boong. Karena ya itu tadi menyusui bukan hanya sekedar menyodorkan PD doank. Latch-on dan posisi harus tepat, yaitu areola PD masuk ke mulut bayi sampe bayi nganga, bukan cuma nempel di put*ng, posisi badan ibu dan bayi juga harus diperhatikan, kondisi psikis, lingkungan, dan support terhadap ibu menyusui juga menjadi faktor.
Emang bener ada yang udah usaha tudemex (dengan benar) tapi tetap gagal menyusui. Tapiii kata slah satu konselor AIMI (pernah diposting dahulu) bahwa dari 1000 wanita, yang berpotensi mengalami kegagalan menyusui karena emang gak bisa ya cuma 1. jadi 999 wanita punya kesempatan, dan kemampuan untuk sukses menyusui. 

"sama aja lah mau ASI, mau SUFOR yang penting anak sehat, montok lagi."
Sehat? Definisi yang gimana dulu? Dipantau sampai jangka waktu berapa lama? Udah banyak penelitian tentang kelebihan anak ASI dalam beberapa tahun kedepan (dengan dukungan nutrisi dan stimulasi juga tentunya) jauh lebih baik daripada anak yang tidak diberikan ASI.

"sufor anak saya bagus kok ada DHA nya, kolin, immuglobin bla bla bla"
Dear mama, tahukah anda bahwa produsen sufor sangat terobsesi meng-copy-paste kandungan yang ada dalam ASI sehingga MIRIP dengan sufor buatan mereka. Keren aja gitu kan nama-namanya bikin kebelit lidah, padahal didalam ASI semua sudah ada, tanpa perlu diolah dan diproses sana-sini, alami. Saat saya ikut seminar PESAT, salah satu narsum yang seorang dokter mengatakan, kalo lah pun harus mengkonsumsi sufor pilih lah yang paling sedikit zat tambahannya. Jadi lebih sedikit kimia sintetisnya. Yaaaa jangan terkecoh dengan susu mahal dengan segudang zat tambahan. 

"anak saya perkembangannya pesat kok. umur sekian udah bisa tengkurap. umur sekian udah bisa duduk, ya karena sufor. Lebih cepat malah daripada anak tetangga yg ASI"
hohohooo.. sering dengar begini? yaa untuk anak yang konsumsi sufor memang sangat aktif bahkan tak jarang jadi hiperaktif. Sebulan udah bisa tengkurap, bagus emang? Ya belum tentu. 
Cuma di Indonesia nih ada sufor 0 bulan, 6 bulan, 9 bulan, remaja, lansia. Bahkan lucunya sufor untuk muslimah, sufor supaya bisa make kancing baju sendiri, bisa buka pintu rumah, maen drum dll
Padahal simple yaa isinya kan susu kenapa ada kategori-kategori gitu kalo yang dicari cuma susu nya. Indonesia emang target empuk pemasaran susu.

"terus kudu gimana supaya sukses menysui?"
Yang pasti harus cari ilmunya dulu. Gratis kok, tinggal gugling di internet via smartphone nya. Atau beli buku tentang ASI dan menysui, bergabung dengan komunitas yang mendung menysui, dsb.


*to be continued -->>> tiba-tiba dilanda ngantuk. edisi jelang subuh dan belum tidur dan dapat ilham buat ngeblog. -_-


. . . . Continue Reading

Monday, June 9, 2014

Izinkan Aku berterimakasih yaaa :)

Ntah bagaimana rasanya membalas kebaikan para teman-sahabat-guru-keluarga-baru saya ini.
Kita berbeda dari segi usia, hobby, gaya, warna kulit, warna rambut :P dll tapi kita disatukan oleh passion yang sama dan tentunya CINTA. Kita berbagi cerita senang, sedih, galau, humor, dll di grup whatsapp yang terbentuk tanpa sengaja.



Saya baru saja melahirkan. yaa saya sudah lahiran, adeknya Gilby, Yumna namanya.
Belum 3 minggu setelah saya lahiran adaaaa saja keajaiban yang terjadi. Rasanya Allah terus menghujani saya dengan "hadiah" yang tak terkira. Benar-benar yaa, walau Yumna awalnya tanpa "program" dari saya dan suami, tapi Allah lebih tahu buat kami.

Tanpa ingin membandingkan pada zaman Gilby dulu, rasanya Yumna lebih berlimpah CINTA dari skelilingnya. Ntahlah apa karena saya pun mulai membagi-bagi cinta kemana-mana sehingga ini adalah hasil panennya, ehm bukan-bukan, saya gak mengharap "hasil panen" dari apapun yang saya lakukan. Cuma saya yakin dan percaya, apapun yang terjadi baik-buruk, senang-sedih adalah hasil dari apa yang kita lakukan juga.

Ada momen menyenangkan yang baru saja kita lewati kemarin. 4 mei 2014, Mba Arum mempersilakan kami bertandang ke apartemennya dan menikmati hasil masakan mba arum yang nyami nyami delicious. Kita tak hadir lengkap saat itu. Tapi dari yang hadir sungguh rasanya sperti gak percaya deh. kita ini awalnya gak saling kenal, lalu bisa kenal lewat fesbuk melalui grup GBUS, lalu mulai berinterkasi lewat komen-komen stattus dll. Lalu ntah bagaimana ceritanya bisa nongkrong bareng di grup WA. Lalu setiap event GBUS kita juga mencoba mengakrabkan diri lebih nyata. Lalu 4 Mei kemarin bisa melebur di apartemen mba Arum itu rasanya sesuatuh banget deh. Apalagi bapak-bapaknya juga berusaha mulai melebur, SKSD satu sama lain.
Anak-anaknya? Jangan ditanya. Karena rata-rata seumuran yaa cocok lah main sana main sini.
Indah sekali Ya Allah. Semoga silaturahmi ini terus terjaga. Aminn.



Yang buat mengharukan adalah... saat itu adalah jelang HPL saya. (Awlanya yakin banget gak bisa ikut hadir karena udah mbrojol, tp ternyata Yumna pengen ketemuan tante-tante cantik dulu dan yg pasti icip makanan mbak arum yg udah bikin ngiler dari kapan :D). Sudah janji sama mba Yulie untuk akupresure saya (buat mancing yumna dikitt deek :D, bukan maksain yumna :P).
Nah suasana apartemennya kan emang comfy banget gitu yaah, dipinggir kolam renang, saya baringan di sofa, sambil semilir angin sepoi berhembus. Mba Yulie me-rileksasi saya, mba Diana men-despha teraphy saya, dan yang lainnya ikut mendampingi saya disekeliling. ya Alloh beneran pengen nangis terharu kemaren sbenernya. Pengen bilang ya Allah, dekatkan selalu hamba dengan manusia-malaikat iniiii...
Saya yang "anak bawang" berasa lagi dipukpuk banyak orang gini...huks huks, dengan apa saya membalas yaaaa... Terlalu banyak saya merepotkan, terlalu banyak pula saya menyampahi mereka dengan curcol, juga terlalu banyak ilmu mreka yang sudah saya "curi" diam-diam untuk bisa lebih mendewasakan saya.



Tak henti sampai disitu.. saya dan yumna masih dihujani hadiah dan doa dari mreka..hiks. terharu lagi T_T
Saya cuma bisa berharap "silaturahmi" ini membawa berkah, manfaat dan tidak akan pernah putus :)


**to be continued
(mau mandiin bayi n bocah dulu yaaaakk..:D)

. . . . Continue Reading

Im Back!!

Hai hai haiii..
aku Datang lagiiii...
yeyeye lalalaa yeyeye lalalaa.. :D

banyak cerita nihhh...tapi udah keburu menguap kemana-mana..
dari berbagai topik pingin ditumpahin tapi udah banyak yg lupa wkwkwk.
#aposeh
. . . . Continue Reading

Wednesday, February 26, 2014

"My Little Girl"

Baru denger lagu ini..
Ntar (kalo beneran cewe) didengerin ah pas lahiran :)

"My Little Girl"
(feat. Aya Zain)

You are a miracle
You are a blessing from above
You brought joy to my soul
And pleasure to my eyes
In my heart I can feel it
An unexplainable feeling
Being a father
The best thing that I could ever ask for

Just thinking of you makes me smile
Holding you, looking in your eyes
I’m so grateful for having you
And everyday I pray
I pray that you’ll find your way

You know I love you, I love you
My little girl, my little girl
I ask God to bless you, and protect you always
My little girl, my little girl

You’re like a shining star
So beautiful you are
My baby girl
You light up my world
I pray that I’ll get the chance
To be around and watch you grow
And witness your first steps
And the first time when you will call me “dad”

Just thinking of you makes me smile
Holding you, looking in your eyes
I’m so grateful for having you
And everyday I pray
I pray that you’ll find your way

You know I love you, I love you
My little girl, my little girl
I ask God to bless you, and protect you always
My little girl, my little girl

I could spend hours watching you
You’re so innocent, so wonderful and pure
O God I can not express my gratitude!
But I’ll raise her good, ‘cause all I want is to please You
And now I pray You’ll guide her steps forever

You know I love you, I love you
My little girl, my little girl
I ask God to bless you, and protect you always
My little girl, my little girl
. . . . Continue Reading

Thursday, February 6, 2014

Tamparan keras

Pagi ini ngebaca blog seorang ibu yang kehilangan anaknya di usia setaunan... Sediiiiihhh ya allah... itu dimobil (perjalanan ke kantor) diem diem nangis. Sedih banget. Ikut merasakan kehilangan dan membayangkan jika itu aku. Jika itu aku, aku pasti tak sangguppppp... hik.
Nyampe kantor langsung pengen ketemu Allah. Buru-buru ambil wudhu n sholat dhuha. Abis sholat udah gak tahan buat nangis spuasnya, sampe mukena nya basah semua (oh maaaf jadi penuh ingusku -_-).
Doain si ibu itu semoga sabarnya seluas lautan dan diberi rejeki momongan lagi. Dan doain diri sendiri semoga aku sadar bahwa aku harus lebih bersyukur! BERSYUKUR!

Berapa banyak ibu yang menanti harap-harap cemas di ICU atau RS agar anaknya mau sedikit membuka matanya, berapa banyak ibu yang menantikan keajaiban dari kondisi anaknya dan hidupnya, dan berapa banyak calon ibu yang menunggu kepercayaanNya untuk dititipkan anak T_T
Jika berkaca dari itu semua tentuuuuuu lebih baik anak jumpalitan dirumah ngeberantakin baju, numpahin nasi, numpahin minum, maen air, pipis dimana-mana, pup dimana-mana, minta ini- minta itu daripada harus menyaksikan ketika dia diam saja, diam ntah sampai kapan atau diam karena emang sudah berada ditempat berbeda dengan kita. Hik. *berkaca-kacalagi

Kenapa nikmat itu kadang saya suka lupa?? Kenapa? *jedotinkepalaketembok*
Kenapa kesabaran saya sering expired, sering menguap ntah kemana diambil jin jahat, kenapa? Hik.
Padahal jika mau ngebanding-bandingin sebentar dan sedikit, sungguh anak saya sangat perfecto (lebay ya? :D) maksudnya dia sangat manis, kooperatif, kreatif, pintar, pokoknya bisa diajak kerjasama. Dari bayi dia selalu mendapat puja dan puji dari orang sekitar yang melihat dia, wahh anteng ya? Baik budi ya? Gak nakal ya? Pinter ya? Jarang nangis ya? dst dst. Yang cuma saya jawab dengan senyuman dan bilang alhamdulillah. Yang saya sendiri gak pernah melabeli itu ke diri dia. Hanya stiap malam saya bisikkan "Rabbli habbli minassholihiin".

Kadang saat saya gak waras, saya suka bentak dia, dan sedikit kasar, tapi walo cuma bentak dan SEDIKIT kasar, saya tau itu gak enak bangetttt, itu nyakitin banget, itu traumatis bangettt... saya aja gak suka dan gak mau digituin apa lagi sama ibu sendiri. Hik. Cuma perlu beberapa detik aja kok buat saya sadar abis berbuat yg gak layak ke dia. Detik berikutnya itulah saya pingin nangis, nangis kenapa saya tega, nangis kenapa saya gak sabar, dan nangis karena dia ikutan nangis. :(

Satu sisi saya menyalahkan orang lain yang mebuat mood saya kacau termasuk suami saya, tapi sisi lain lebih ke menyalahkan diri saya sendiri, kenapa harus mau disetir oleh orang lain. Kamu ya kamu. Apapun yang kamu terima kalo kamu gak suka, coba upayakan menjadi suka gimana pun caranya. Jika gak bisa yaaa terimalah, itulah yang harus kamu terima. Harusnya sih gitu kan yaaa? Tapi manusia yang penuh keterbatasan ini sering khilafnya. Sering meletupnya.

Tapi beberapa hari ini saya mencoba merenung dan merenung, meresapi kembali ke diri saya. Apa sih yang terjadi, apa yang salah, apa benar emang salah, apa sayanya aja yang mendramatisir, dst dst, sampe pada suatu malam, dimana saat paling menguras kesabaran adalah mengajak anak saya tidur. Susaaaah sekali jam 11 baru mau tidur. Sementara saat itu saya sudah ngantuk n capek berat. Dia ada ajaa permintaannya ya kue lah, nasi lah, pisang lah, pakein selimut lah, pakein minyak kayu putih lah, pipislah, dst dst sampe saya bener bener lupa dan khilaf saya bentak dia buat tidur, sambil bilang bunda tu udah capek nak tidur lah.. dan sambil nangis. And then what, tentu dia ikutan nangis, dia bingung sambil liatin saya, saya akhirnya cuma meluk dia sambil nangis. So drama.

Entah gimana detik berikutnya dia tertidur, saya pun kembali menyesal. Kenapa saya ini sangat temperamental sekarang, tertutup mata dan hati atas kelakuan anak-anak yg emang ajaib dan gak harus diubah, hanya harus diterima pun saya harus belajar ekstra.

Tapi kabar baiknya malam itu malam terkahir adegan drama itu :) hihi. Saya sekarang kalo udah gak snaggup sih diem aja, inhale-exhale, sambil bayangin yg lain yg indah indah, dan endingnya malah jadi ketawa sendiri liat polahnya. Ahhh... moment ini sungguh moment berharga, yang hanya sebentaaaaaarr dan akan sangat kita rindukan nanti. Tentu juga moment pembentukan dia dimasa depan, ingin kau pahat apa anakmu tentu kau yang menentukan. :)

Gak minta apa-apa, cuma diberi kesabaran extra, kelapangan jiwa, dan keluasan hati unttuk melihat dan bereaksi terhadap apapun. Amin


. . . . Continue Reading

Saturday, January 18, 2014

Ritual-ritual Aneh Gilby Sebelum Tidur

Gilby 20mos ituuuuu semakiiiiin "lucuk" saja, apa lagi semenjak disapih adaaaaa aja tingkahnya sebelum tidur. Yahhh kebayang lah selama 20 bulan melukin "gentong" setiap malem mau bobo dan tengah malem kalo lagi bangun. Tiba-tiba kehilangan arah pastinya, kehilangan pegangan, kehilangan "something", like me :)

Nahhh...imbasnya itu yaa jangan harap bisa tutup kamar jam 7, jam 8, paling cepet ya jam 10, bahkan bisa sampe jam 12 lohhh T_T
Padahal jelang tidur udah diajakin aktifitas "menguras energi" biar cepet "lobet" tapi yaaa tetep aja gak mau tidur. Tapi yaa padahal jam 9 udah diajakin masuk kamar, tutup pintu, baca doa, di shalawatin dll. Kitanya udah kriyep kriyep dianya masih ngoceh boook. OMG!
Awal-awal nih pasti pelampiasannya nyari makanan...
"icanggg.."
"Gilby mau pisang?" Padahal udah suasana tidur -_-
"hiyaa"
Ambil pisang sebiiji, ngasih dia dan nungguin sampe abis.
"Agiiii.."
"Lagiii?"
"hiyaa.."
Oke balik lagi ke dapur dengan tergopoh-gopoh. Nyodorin ke dia dan nungguin lagi.
"Agiiii..."
"Whaat? Lagii? Laper gilby?"
"hiyaa apeyy"
OMG, padahal baru makan loh tadii T_T. Ambil lagi nyodorin lagi, dan bisa ditebak baru makan beberapa kali ggit udah engga mau lagi. Yaeyalah udah makan 2.
"udah kan? udah kenyang, bobo yaa.. Baca doanya lagi yaa.. Bismika allahumma ahya wa amuut"
"aiiimm...".
"amiiiinnn bukan aimm. Salim nya mana? Cium bunda?"
Lalu disalim, dicium kiri-kanan-jidat-bibir. So sweeet :)
"Bunda shalawatin yaaa..." (Awal-awal dulu gak mauuuu, ndak ndak katanya -_-. Akhirnya mau juga)
Udah shalawat setengah jam baruuuu merem -_-.

-----
Nah kali lain ketika di adegan ini...
"bunda ngajiin ya.."
"sa-atin" (shalawatin)
"shalwatin aja?"
"najii.."
"auudzubillah..... belom kelar tiba tiba dia nyeletuk..
"sa-atin" (shalawatin)
Oke lanjut shalawat... baru 3 kata dia nyeletuk lagi..
"najiii.."
"Mau ngaji aapa shalawat? -_-"
"sa-atin" (shalawatin)
Akhirnya tidur dengan shalawat.

-----
Di lain waktu, sekarang ini lagi maniak upin ipin dan liat hewan di hape. Kalo udah mau tidur kan lampu mati yaa dimarahin abinya masi melototin tablet ato hape. Kecuali dia udah merengek tingkat dewa baru deh disetel upin ipin judulnya belajar mengaji (yang judul laen gak mau -__-). Udah sampe 3x puter ulang juga gak tidur tidur tidur, sampe daku ketiduran tapi tetep dipanggil-panggilin juga belom tidur-tidur -_-
Nah sekarang dipake jurus boong (oh maaf ya Allah), bilang kalo tabletnya lobet belum dicas :D kadang dia gak percaya tapi dirayu-rayu besok nonton lagi abis dicas.
Sambil ngabsenin nama hewan yang udah bobo..
"bobo yaa... ayam aja udah bobo. cicak mana? udah bobok. Tikus udah bobo.."
"kecoak?"
"bobok"
"tinci?" (kelinci)
"bobok"
"semut?"
"bobok"
"buang?" (beruang)
"bobok"
"makanya bobok yaa.. besok maen lagi,,,"
Gak lama akhirnya zzzzzzzzzzzzz.

----
Laen ke

. . . . Continue Reading